PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Pemerintah Kota Pariaman menyampaikan laporan dampak bencana hidrometeorologi kepada Gubernur Sumatera Barat sebagai langkah awal percepatan penanganan pascabencana yang melanda wilayah tersebut.
Penyampaian laporan dilakukan secara daring dari Balaikota Pariaman,Bdiikuti langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah beserta jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar dan BPBD Provinsi.
Dari Pemerintah Kota Pariaman, rapat dihadiri Wali Kota Pariaman Yota Balad yang didampingi Forkopimda, kepala OPD terkait, BPBD Kota Pariaman, serta sejumlah daerah lain di Sumatera Barat yang juga terdampak bencana.
Dalam paparannya, Yota Balad menyampaikan kondisi terkini dampak bencana hidrometeorologi di Kota Pariaman yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan disertai angin kencang.
“Total rumah yang mengalami kerusakan sebanyak 55 rumah, 10 di antaranya dalam kondisi rusak berat,” ujar Yota Balad dalam laporan tersebut.
Selain merusak permukiman warga, bencana hidrometeorologi ini juga berdampak serius terhadap sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Lebih kurang 800 hektare lahan pertanian terdampak akibat bencana ini,” imbuhnya.





