Yota Balad menekankan bahwa kondisi Sungai Batang Mangor saat ini berada pada zona merah, karena abrasi yang terjadi tidak hanya mengancam lahan pertanian, tetapi juga ratusan permukiman warga di sepanjang bantaran sungai.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pariaman berharap adanya dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan normalisasi Sungai Batang Mangor sepanjang kurang lebih 14 kilometer.
“Kami berharap penanganan dari Pemprov Sumbar dapat dilakukan sesegera mungkin, serta memohon arahan dari Bapak Gubernur terkait langkah-langkah penanganan pascabencana ini,” tukasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam arahannya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di tengah cuaca ekstrem, serta meminta pemerintah daerah terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi, dan melakukan pelaporan secara berkelanjutan. (*)





