JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB dalam periode 8 Januari 2026 hingga 9 Januari 2026, pukul 07.00 WIB. Peristiwa bencana yang tercatat masih didominasi oleh jenis bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor.
Laporan pertama dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Banjir dan tanah longsor dilaporkan terjadi pada 22 desa di lima kecamatan pada Rabu (7/1), pukul 20.00 WIT. Tercatat satu warga meninggal dunia akibat kejadian ini.
Pusdalops BPBD Kabupaten Halmahera Utara mencatat sebanyak 1.216 unit rumah terendam, 20 rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dua rumah rusak ringan dan 11 fasilitas umum terdampak. Sebanyak 71 kepala keluarga (KK) atau 282 jiwa di Desa Togawa, Kecamatan Galela Selatan, mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat dan pasar desa setempat.
Petugas di lapangan mengalami kendala dalam melakukan penanganan darurat dikarenakan beberapa akses jembatan terputus, antara lain jembatan yang menghubungkan Desa Posiposi dan Desa Tate, dan jembatan Kali Baru Desa Doduwo. Selain itu, longsoran di tepian jalan menuju Kecamatan Loloda Utara menutup badan jalan sehingga tidak dapat dilewati kendaraan roda empat. Sementara alternatif jalur laut masih terkendala cuaca buruk.
Petugas berupaya menembus akses yang terputus menuju desa-desa terdampak dengan menggunakan rakit, selain itu juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti TNI Polri dan dinas sosial.
Banjir dan tanah longsor juga terjadi di wilayah Kabupaten Mewawi, Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis (8/1). Sebanyak 14 desa di empat kecamatan terdampak banjir dan longsor, antara lain Kecamatan Tanah Pinoh, Tanag Pinoh Barat, Belimbing dan Ella Hilir. Tercatat 1.027 KK terdampak dan terus dalam pendataan. Belum ada laporan warga yang mengungsi hingga berita ini dirilis.
Kondisi pada Kamis sore, air masih bertahan dan tidak mengalami kenaikan, sementara akses menuju Desa Bemban Permai Kecamatan Ella Hilir masih terputus. BPBD Kabupaten Melawi melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan sektor terkait untuk percepatan penanganan bencana.
Masih di Kalimantan Barat, BPBD Kabupaten Sekadau juga melaporkan kejadian banjir di wilayahnya. Dipicu hujan deras, banjir melanda 11 desa di Kecamatan Nangan Taman dan Nanga Mahap pada Kamis (8/1), pukul 03.00 WIB.
Tercatat sebanyak 3.545 KK atau 11.583 jiwa terdampak banjir kali ini. Beberapa akses jalan dan jembatan juga tidak dapat dilalui akibat terendam banjir dengan tinggi muka air bervariasi antara 0,5 hingga 2 meter. Beberapa warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman, sedangkan sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing.
Beralih ke wilayah Jawa Barat, BPBD Kabupaten Majalengka juga melaporkan kejadian banjir pada Rabu (7/1), pukul 15.30 WIB. Banjir terjadi setelah hujan deras yang mengakibatkan Sungai Cilutung meluap. Pusdalops BPBD Kabupaten Majalengka mencatat sebanyak 279 KK di Desa Kasturi, Kecamatan Cikijing, terdampak banjir dengan ketinggian air hingga satu meter. Kondisi banjir pada Kamis (8/1) banjir berangsur surut dengan ketinggian berkisar 30 sentimeter.
Merespons banyaknya laporan kejadian bencana banjir dan longsor di beberapa daerah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diminta menjauhi wilayah rawan dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila terjadi kondisi darurat, sementara pemerintah daerah diharapkan memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak untuk langkah kesiapsiagaan menghadapi bencana. (*)





