PADANG, HARIANHALUAN.ID- Fenomena alam sinkhole (lubang runtuhan) yang terjadi di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat menyedot perhatian masyarakat. Tempat itu kini menjadi “objek wisata dadakan” yang ramai dikunjungi warga setempat maupun dari berbagai daerah.
Baru-baru ini, masyarakat yang datang berbondong-bondong turut membawa seceruk air dari sinkhole yang jernih bak telaga tersebut. Bahkan ada yang meyakini bahwa ada khasiat dari air di sinkhole tersebut meskipun belum ada penelitian dan hasil uji laboratorium yang mengatakan demikian.
Menyikapi hal itu, Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar mewanti-wanti warga agar hal ini tidak menjurus kepada kesyirikan.
Saat dihubungi Haluan, Jumat (9/1), Buya mengingatkan jangan sampai ada pula alasan nyeleneh “pariwisata” dan “potensi ekonom” untuk membiarkankan kesesatan aqidah.
“Kalau dibiarkan, akan ada saja tukang mimpi dan dukun yang membawa cerita pembenaran atas kesesatan masyarakat awam,” ujarnya.
MUI Sumbar, sambungnya juga sudah berkoordinasi dengan MUI Kab. 50 Kota untuk mewaspadai adanya kesesatan aqidah yang mungkin bisa terjadi.
“Kami sudah amanahkan kepada MUI Kab. 50 Kota dan juga telah sampai ke MUI Nagari agar perbuatan masyarakat itu dihentikan. Meyakini sesuatu berkhasiat secara medis tanpa alasan medisnya berarti itu kebodohan. Meyakini sesuatu berkhasiat secara ghaib tanpa kabar yang shahih berupa wahyu Allah SWR (pemilik seluruh kunci keghaiban) berarti keyakinan berdasarkan khayalan (takhayyul) yang kita kenal dengan istilah khurafat i’tiqad. Dan perbuatan yang lagir dari khurafat tersebut adalah kesyirikan yang nyata,” ujar Buya. (*)





