PADANG, HARIANHALUAN.ID – Wali Kota Padang, Fadly Amran, pastikan warga terdampak bencana terdata secara tepat. Hal itu disampaikannya saat berdialog langsung dengan warga terdampak bencana banjir bandang di Pasar Lalang, Kelurahan Kuranji, beberapa hari lalu, untuk memastikan bahwa yang bersangkutan sudah terdaftar sebagai penerima bantuan.
Fadly Amran mengatakan bantuan bagi korban bencana adalah perbaikan rumah dengan bantuan hingga Rp60 juta untuk kategori rusak berat, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp15 juta untuk rusak ringan.
“Kita juga akan melakukan penetapan zona merah atau zona berbahaya di beberapa kecamatan terdampak bencana, terutama di sepanjang aliran sungai. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa di masa depan,” katanya.
Penetapan ini, jelasnya, akan dilakukan secara transparan dan melibatkan berbagai pihak ahli agar memiliki landasan hukum dan ilmiah yang kuat. Pemko Padang pun sudah menyiapkan solusi bagi warga yang rumahnya terdampak, mulai dari menempati huntara serta pembangunan huntap di tiga lokasi strategis pembangunan.
Tiga kawasan itu antara lain di kawasan Balai Gadang dan Simpang Haru yang bisa menampung sekitar 230 unit rumah. Sementara untuk kawasan Pauh, Pemko Padang tengah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 4 hektare yang diproyeksikan mampu menampung hingga 500 unit rumah.
“Jadi tolong didiskusikan lagi di keluarga. Kalau memang mau ambil huntap yang akan kita bangunkan, rumah di sini tidak boleh lagi ada bangunan. Kalau untuk kebun silahkan,” jelas Wali Kota Padang tersebut.
Pemko Padang juga memastikan bahwa skema bantuan finansial dari pusat telah mulai disalurkan kepada warga yang berhak. Bantuan tersebut meliputi Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp500.000 per bulan dari BNPB untuk biaya sewa rumah.
Kemudian bantuan sosial dari Kemensos meliputi biaya hidup, uang dapur, serta kebutuhan pendidikan anak-anak terdampak yang dijadwalkan cair dalam waktu dekat. “Jadi tolong Pak Lurah dan Camat pastikan warga kita yang terdampak di sini sudah terdata semua,” katanya. Untuk pelaksanaan goro sebagai tindak lanjut pemulihan ini, di kawasan Pasa Lalang Pemko Padang menurunkan alat berat yang difokuskan untuk memperbaiki aliran Sungai Batang Kuranji, sehingga ketika nanti terjadi hujan deras maka luapan air bisa diminimalisir. (*)





