Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
UTAMA

Tahun 2026, Pemko Bukittinggi Fokuskan Penataan “Wajah Baru” Kota Bukittinggi

0
×

Tahun 2026, Pemko Bukittinggi Fokuskan Penataan “Wajah Baru” Kota Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
Kunjungan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, ke kawasan Jam Gadang, beberapa hari lalu. IST

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID – Kota Bukittinggi sebagai salah satu ikonnya pariwisata Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), bakal terus mengoptimalkan kehadirannya sebagai pariwisata yang aman dan nyaman.

Kota pariwisata ini selalu menunjukkan kunjungan dan keramaian, mengingat Kota Bukittinggi tak hanya hadir sebagai ikon pariwisata saja, namun begitu sarat akan nilai sejarah dan budaya yang begitu kaya dan menjual.

Memasuki tahun baru 2026 ini, Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi melihat potensi itu untuk memulai babak barunya dalam menjadikan Kota Bukittinggi sebagai lambangnya pariwisata yang lebih baik lagi ke depannya.

Beberapa hari lalu, denyut pusat Kota Bukittinggi terasa berbeda. Bukan karena hiruk-pikuk wisatawan di Jam Gadang yang selalu ramai dikunjungi, melainkan kunjungan Pemko Bukittinggi oleh Wali Kota Ramlan Nurmatias bersama rombongan yang turun langsung meninjau titik-titik strategis kota.

Ramlan Nurmatias mengatakan bahwa peninjauan itu bukan sekadar kunjungan, melainkan penanda dimulainya babak serius program prioritas Pemko Bukittinggi tahun 2026. “Peninjauan dilakukan dari kawasan Pasar Atas (Pasa Ateh), menyusuri taman pedestrian Jam Gadang, Tugu Pahlawan Tak Dikenal, hingga beberapa sudut pusat kota yang akan “disulap” menjadi wajah baru Bukittinggi,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Pemko Bukittinggi akan memproyeksikan pembangunan taman kota representatif yang tak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga membuka peluang masuknya anggaran pusat hingga sekitar Rp100 miliar untuk pembenahan kawasan.

Baca Juga  Gandeng Disparbud, Nagari Lolo Tingkatkan Kapasitas Bundo Kanduang

“Ini bukan sekadar taman, tapi investasi jangka panjang untuk wajah kota menjadi semangat yang mengemuka,” katanya.

Selain itu, Wali Kota Bukittinggi itu juga menegaskan kepada para pedagang agar los dan pertokoan yang telah tersedia benar-benar dimanfaatkan. Pasalnya, masih banyak toko yang kosong dan tak beroperasi.

“Kita akan benahi pertokoan yang ada. Jika tidak dipakai akan disegel, dan teras pasar segera disewakan untuk meramaikan pusat perbelanjaan di kawasan Jam Gadang,” ujar Ramlan.

Ia pun langsung memerintahkan dinas terkait untuk mendata dan menyegel toko-toko yang tidak digunakan. Bahkan, toko-toko tersebut akan ditawarkan kepada pihak lain, termasuk Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di area sekitar.

“Kita gratiskan sewanya empat bulan. Ini bagian dari penataan kawasan pasar dan upaya agar pedagang kaki lima naik kelas,” tegasnya.

Penataan Pasa Ateh menjadi fokus utama Pemko Bukittinggi di tahun 2026 ini. Pemerintah berencana menertibkan PKL yang berjualan di lokasi terlarang, sekaligus menarik hak penggunaan toko bagi pemegang “kartu kuning” yang tidak membuka tokonya.

Dari hasil pemantauan langsung, Ramlan Nurmatias menemukan banyak toko yang sudah lama tutup dan tidak difungsikan. Kondisi ini, menurutnya, tak hanya mematikan denyut ekonomi pasar, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Baca Juga  Raih Juara Satu, Bupati Pasbar, H. Yulianto Apresiasi Pocil Polres Pasbar Beserta Tim

“Ini juga sudah menjadi temuan BPK. Kunci ditahan, toko tidak dibuka, sewa tidak dibayar. Sebagai pemerintah, kita tidak boleh membiarkan ini,” tegasnya.

Untuk itu, Pemko Bukittinggi akan segera melakukan sosialisasi agar pedagang kembali mengaktifkan tokonya. Jika tidak, hak pemanfaatan akan ditarik dan diberikan kepada pedagang lain yang benar-benar membutuhkan.

Kemudian Pemko Bukittinggi juga membuka peluang luas bagi masyarakat umum untuk menyewa los-los kosong di Pasa Ateh. Beberapa titik strategis bahkan dirancang untuk pengembangan kafe, food court, hingga ruang usaha kreatif dari lantai satu hingga rooftop.

“Ada ruang-ruang kosong yang potensial. Bisa kita buka kafe, food court, dari lantai satu sampai rooftop,” ujar Ramlan.

Memasuki tahun 2026 ini akan menjadi tahun fokus penataan dan kebangkitan kawasan objek wisata Jam Gadang, terutama Pasa Ateh sebagai jantung ekonomi dan ikon kebanggaan Kota Bukittinggi.

Dengan keseriusan Pemko Bukittinggi menata wajah baru Kota Bukittinggi di tahun ini, pihaknya berharap agar Kota Bukittinggi semakin hidup dan meluaskan identitasnya sebagai pariwisatanya Sumbar yang hidup, tertib, dan berdenyut ekonomi. (*)