PARIWISATA

Tabek Mandi Sikabu, Pemandian Modern dengan Nuansa Alam

0
×

Tabek Mandi Sikabu, Pemandian Modern dengan Nuansa Alam

Sebarkan artikel ini
Pemandian Tabek Mandi Sikabu menjelma menjadi tempat wisata estetik dan instagramable yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, terutama saat libur akhir pekan dan momen liburan.

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID — Pengusaha lokal H. Nefrizal, owner Tabek Mandi Sikabu berhasil menyulap lahan kosong di kaki Gunung Singgalang, menjadi destinasi wisata alam populer di Kabupaten Agam.

Keunikan yang ada ditempat pemandian ini adalah air yang digunakan berasal dari mata air pegunungan yang alami, sehingga terlihat jernih dan terasa menyegarkan.

Sambil berenang di kolam air yang jernih, pengunjung dimanjakan dengan latar alam yang memukau, seperti hamparan sawah hijau dan view Gunung Marapi dan Singgalang.

Spot-spot foto Instagramable juga terdapat di berbagai sudut area pemandian. Tempat pemandian ini juga menyediakan mandi salju untuk anak anak.

Pemandian Tabek Mandi Sikabu menjelma menjadi tempat wisata estetik dan instagramable  yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, terutama saat libur akhir pekan dan momen liburan.

Berlokasi di Kelok Sikabu, Jalan Raya Padang Lua–Maninjau, Kecamatan IV Koto, atau berjarak lebih kurang sekitar 10 kilometer dari Pusat Kota Bukittinggi, tempat pemandian ini mulai dibuka pada 2017 lalu.

Awal dibuka, tempat pemandian ini hanya memiliki dua kolam renang, sekarang berkembang menjadi enam kolam dengan berbagai ukuran.

Tabek Mandi Sikabu juga dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap untuk kenyamanan pengunjung, seperti area parkir yang luas, kafe yang menyajikan beragam makanan dan minuman, Frozen Food, toilet dan kamar bilas yang bersih, gazebo untuk bersantai, musala, dan wifi.

Dengan harga tiket masuk yang ramah di kantong yakni sebesar Rp15.000 per orang, pengunjung sudah bisa menikmati seluruh keindahan dan fasilitas yang disediakan oleh pengelola. Tempat pemandian ini buka setiap hari dari pukul 08.00 Wib hingga 18.00 WIB.

Baca Juga  Gubernur Mahyeldi Raih Baznas Award 2024

Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana lebih lama, Tabek Mandi Sikabu juga menyediakan homestay dengan ornamen yang estetik, minimalis dengan interior yang unik dan menarik. Homestay ini terdiri dari tipe Lancip Sikabu, Villa Mawar Sikabu, dan Rumah Sikabu.

Masing-masing tipe homestay dapat dihuni 4 -10 orang sesuai dengan pesanan atau booking dari para pengunjung. Untuk harga homestay per malam juga bervariasi mulai dari harga Rp400.000 sampai dengan harga 1.400.000 per malam.

Selain itu juga ada homestay Rumah Adat Sikabu dengan desain atapnya bagonjong yang mencerminkan budaya Minangkabau.  Rumah Adat Sikabu ini terdiri dari 2 kamar lantai atas dan 1 kamar lantai bawah yang dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap.

Rumah adat ini berdiri berdampingan dengan musholla bernuansa islami, sehingga menciptakan perpaduan antara budaya dan religi, nuansa yang sangat dijunjung tinggi oleh H. Nefrizal selaku pemilik Tabek Mandi Sikabu.

Tidak hanya  homestay, Tabek Mandi Sikabu juga menyediakan dua aula untuk kegiatan meeting room, gathering, wedding, dan acara pertemuan lainnya dengan kapasitas 100 orang untuk aula atas, dan 500 orang untuk aula bawah.

Dengan segala fasilitas, keindahan, serta biaya masuk yang terjangkau, Tabek Mandi Sikabu  menjadi salah satu destinasi wisata primadona di Kabupaten Agam.

Baca Juga  Bupati Sutan Riska: HUT Dharmasraya ke-21 Tahun akan Lebih Berkesan

Nuansa damai dan udara sejuk menjadikan tempat ini bukan hanya nyaman, tapi juga menenangkan.

“Saat ini kita tengah melakukan pengembangan untuk Playground outdoor di alam terbuka, seperti panjat tebing dan area permainan terbuka untuk anak anak. Kita targetkan Playground outdoor ini selesai menjelang puasa 2026,” ujar owner kelok Sikabu H. Nefrizal.

Dikatakan, Tabek Mandi Sikabu adalah wisata pemandian  yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan homestay. Sejak di buka pada 2017, Tabek Mandi Sikabu pada awalnya dikelola secara kekeluargaan. Namun seiring waktu, saat ini telah mempekerjakan tenaga kerja.

Saat ini katanya, ada sekitar 40 warga lokal yang bekerja mulai dari bagian operasional, bagian pelayanan dan kebersihan, hingga pengelolaan penginapan dan kafe. Mereka yang bekerja disini mayoritas anak-anak muda Sikabu.

“Alhamdulillah, kehadiran Tabek sikabu telah dapat menggerakkan ekonomi warga sekitar. Ini semua sebagai bentuk kontribusi kita terhadap kampung halaman sendiri,” ucap Nefrizal.

Menurutnya Tabek Mandi Sikabu memang sudah tak asing lagi bagi wisatawan lokal dan luar daerah. Tempat pemandian ini tidak hanya menyajikan beragam fasilitas untuk kenyamanan pengunjung, tapi juga menawarkan keindahan alam  dengan nuansa kampuang.

“Saya ingin orang yang datang bukan hanya untuk berenang, tapi bagaimana mereka pulang membawa pengalaman yang berkesan dan cerita indah tentang kampung kami,” ujar H. Nefrizal. (*)