PADANG, HARIANHALUAN.ID — Kasus penganiayaan terhadap perempuan lanjut usia (lansia) bernama Saudah (68) di Kabupaten Pasaman, yang sempat viral beberapa waktu yang lalu, lebih dari sekadar kasus kekerasan biasa. Apa yang menimpa Nenek Saudah merupakan “puncak gunung es” dari persoalan tambang ilegal yang telah berlangsung lama dan masif di sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar).
Anggota DPR RI asal Sumbar, Andre Rosiade menyebutkan, persoalan tambang ilegal tidak hanya terjadi di Kabupaten Pasaman, tetapi juga di Pasaman Barat, Sijunjung, Solok Selatan, serta sejumlah wilayah lainnya.
Ia mengatakan, sesuai arahan Presiden RI, Prabowo Subianto dan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit, Bareskrim Polri telah sepakat mengambil langkah tegas dengan menurunkan tim ke Sumbar.
“Pak Wakabareskrim dan juga Pak Direktur Tipidter sudah sepakat. Beliau sudah mengirimkan tim ke Sumbar untuk bekerja segera melakukan penegakan hukum dan menangkap seluruh pelaku tambang ilegal dan liar yang ada di Sumbar,” kata politikus Partai Gerindra itu di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (12/1).
Menurut Andre, praktik tambang ilegal di Sumbar sudah menjadi rahasia umum. Aktivitas penambangan liar bahkan dilakukan di sungai-sungai dan wilayah terbuka dengan menggunakan alat berat dalam jumlah besar. Bahkan tak sedikit “pemain” yang terlibat dalam praktik tambang ilegal di Sumbar.
“Jadi ada berapa pengusaha, di Pasaman ada pemainnya, di Pasaman Barat ada pemainnya. Di Solok Selatan ada pemainnya, di Kabupaten Sijunjung ada pemainnya. Ini ada pemain-pemainnya,” ujar Andre.
Para “pemain” tersebut, kata Andre, juga melibatkan orang-orang yang memiliki puluhan alat berat dalam aktivitas tambang ilegal. “Ini pemain-pemain ada orang daerah situ maupun orang luar yang biasanya punya alat berat. Alat beratnya ada minimal 10 sampai puluhan,” ujar Andre.
Di samping alat berat, ia menduga adanya pihak yang membekingi aktivitas tambang ilegal di daerah-daerah tersebut.
Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mohammad Irhamni membenarkan bahwa pihaknya telah menurunkan tim ke Sumbar untuk menyelidiki dugaan praktik penambangan ilegal di wilayah tersebut.
“Kami sudah diperintahkan oleh pimpinan, tadi Pak Wakabareskrim memerintahkan kami, dan kami sudah menurunkan tim ke Sumbar untuk melakukan penegakan hukum terkait tambang ilegal, terutama di sana kan banyak emas,” katanya.





