AGAM, HARIANHALUAN.ID – Pos Gunung Api (PGA) melaporkan terjadinya erupsi Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, pada Rabu (14/1) pagi.
Letusan terjadi sekitar pukul 09.36 WIB dengan kolom abu vulkanik membumbung setinggi kurang lebih 1.600 meter dari puncak gunung.
Petugas PGA, Ahmad Rifandi, menyampaikan bahwa erupsi tersebut teramati secara visual dan terekam oleh alat pemantau aktivitas gunung api.
“Erupsi Gunung Marapi terjadi pada pukul 09.36 WIB. Tinggi kolom abu yang teramati sekitar 1.600 meter di atas puncak,” ujar Ahmad Rifandi.
Berdasarkan pengamatan, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas cukup tebal dan bergerak condong ke arah timur laut. Aktivitas erupsi juga tercatat pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 28,6 milimeter dan durasi sekitar 31 detik.
“Pada saat laporan ini dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung,” tambahnya.
Hingga kini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan, di antaranya melarang masyarakat, pendaki, maupun wisatawan untuk melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.
PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya lanjutan berupa banjir lahar dingin, terutama bagi warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di kawasan puncak Gunung Marapi.
Risiko tersebut meningkat saat terjadi hujan, khususnya pada musim hujan.
Selain itu, apabila terjadi hujan abu vulkanik, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko gangguan pernapasan.
PGA bersama PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi serta mengingatkan masyarakat akan adanya akumulasi material vulkanik hasil erupsi yang sewaktu-waktu dapat terbawa aliran air dan memicu terjadinya banjir lahar dingin. (*)





