PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.ID — Wali Kota, Hendri Arnis mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang Panjang untuk mengoptimalkan program-programnya agar lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kemaslahatan umat.
Hal tersebut disampaikannya saat pertemuan bersama pengurus baru Baznas Kota Padang Panjang yang diketuai Novi Hendri, di Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (14/1). Pertemuan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota, Allex Saputra.
Dalam pertemuan tersebut dibahas penguatan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, khususnya pada sektor pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan, dan bantuan sosial agar dikelola secara lebih terarah, profesional, dan berkelanjutan.
Wako Hendri menekankan pentingnya peningkatan kualitas program pemberdayaan, terutama bagi pelaku UMKM penerima bantuan Baznas. Menurutnya, bantuan modal usaha harus dibarengi dengan pendampingan, pelatihan, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas agar usaha penerima bantuan dapat berkembang dan mandiri.
“Bantuan tidak hanya diberikan, tetapi juga harus dipastikan memberikan dampak. Pendampingan dan evaluasi menjadi kunci agar program Baznas berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain itu, Wako juga mendorong peningkatan penghimpunan zakat melalui inovasi dan perluasan sumber, dengan tetap mengedepankan transparansi serta sosialisasi kepada masyarakat. Beberapa skema yang dibahas antara lain penghimpunan zakat dan wakaf melalui sekolah, infak di toko-toko, serta penguatan peran Baznas dalam penghimpunan zakat fitrah.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua Baznas Novi Hendri menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengoptimalkan seluruh program yang telah dirancang.
“Baznas berkomitmen menjalankan amanah ini secara profesional dan akuntabel. Kami ingin memastikan zakat yang dihimpun benar-benar kembali kepada masyarakat yang membutuhkan dan mendorong kemandirian ekonomi umat,” katanya.
Ia menambahkan, sebelum penerapan program penghimpunan zakat di sekolah-sekolah, Baznas akan melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada pihak sekolah, orang tua, dan peserta didik.
Zakat yang dihimpun nantinya akan disalurkan kembali kepada siswa kurang mampu di sekolah masing-masing.
Di bidang sosial, Baznas juga memaparkan sejumlah program, seperti bedah dan rehabilitasi rumah, bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa SD dan SMP, serta penguatan SOP penerima bantuan berbasis data yang valid.
Selain itu, turut dibahas rencana pelatihan bagi calon peserta seleksi sekolah kedinasan, optimalisasi pemanfaatan gedung lama Baznas, serta pemberian identitas bagi pelaku usaha penerima bantuan sebagai bentuk transparansi dan pengawasan publik.
Wako Hendri menegaskan, sinergi antara Pemerintah Kota dan Baznas menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Dengan kerja sama yang baik dan kepercayaan masyarakat, Baznas diharapkan mampu menjadi instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan warga,” tutupnya. (*)





