PESISIR SELATAN

Harimau Terkam Sapi di Lubuk Betung Pessel, Warga Dilanda Kecemasan

48
×

Harimau Terkam Sapi di Lubuk Betung Pessel, Warga Dilanda Kecemasan

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID- Ketakutan menyelimuti warga Nagari Lubuk Betung, Kecamatan Air Pura, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat. Seekor sapi milik Hasan Basri (65), yang akrab disapa Buya, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan setelah diduga kuat diterkam harimau, Rabu (14/1/2026).

Peristiwa itu pertama kali diketahui pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Seorang warga yang hendak menuju kebun dikejutkan oleh pemandangan seekor sapi tergeletak tak bernyawa di kawasan kebun sawit milik warga. Kondisi sapi tersebut cukup parah, dengan luka di beberapa bagian tubuh dan ekor yang putus. Lumuran darah segar tampak jelas di bagian pantat dan leher hewan ternak tersebut.

“Sapi saya ditemukan sudah mati, darahnya masih segar. Lukanya parah sekali,” ujar Buya di lokasi kejadian.

Di sekitar bangkai sapi, warga juga menemukan banyak bekas tapak kaki harimau yang tertancap jelas di tanah. Jejak tersebut mengelilingi tubuh sapi, memperkuat dugaan bahwa hewan buas tersebut telah memangsa ternak warga setempat.

Baca Juga  Motor Terbakar Saat Dikendarai di Surantih, Pengendara Selamat

Kepala Resort Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pesisir Selatan, Novtiwarman, menjelaskan bahwa sapi yang dimangsa harimau tersebut merupakan jenis indukan. Lokasi kejadian berada di kawasan hutan produksi terbatas yang selama ini telah dimanfaatkan masyarakat sebagai ladang dan kebun, dengan jarak sekitar dua hingga tiga kilometer dari permukiman warga.

“Lokasinya memang masih kawasan hutan produksi terbatas yang sudah dimanfaatkan warga untuk berkebun. Itu menjadi salah satu jalur perlintasan satwa liar, termasuk harimau,” jelas Novtiwarman.

Pasca kejadian tersebut, aktivitas warga ke kebun mulai berkurang. Rasa takut menghantui masyarakat, terutama karena kawasan itu menjadi sumber penghidupan utama warga Lubuk Betung.

Menanggapi kejadian ini, pihak BKSDA Resor Pesisir Selatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan langkah pengamanan awal. Warga diimbau agar tetap waspada dan untuk sementara waktu diminta tidak beraktivitas di sekitar kawasan perkebunan sawit.

Baca Juga  Pessel Siap Gelar Festival Literasi Daerah 5–6 November 2025

“Kami minta masyarakat tidak panik, namun tetap berhati-hati. Untuk sementara waktu, sapi atau ternak lainnya jangan dilepas di area tersebut. Bangkai sapi yang sudah diterkam juga kami musnahkan dengan cara dibakar agar tidak memancing harimau kembali ke lokasi,” ucap Novtiwarman.

Sementara itu, Kapolsek Pancung Soal, AKP Hendra, mengingatkan warga agar segera melapor kepada pihak berwenang jika melihat keberadaan harimau, terlebih apabila sudah mendekati kawasan perkebunan atau permukiman warga.

“Setiap laporan dari masyarakat akan kami teruskan ke BKSDA. Penanganan harimau sebagai satwa liar yang dilindungi harus dilakukan sesuai prosedur dan keahlian pihak terkait,” ujar AKP Hendra.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak bertindak sendiri apabila menemukan tanda-tanda keberadaan harimau, serta segera melaporkan setiap kejadian mencurigakan demi menjaga keselamatan bersama. (*)