AGAM

PDAM Tirta Antokan Agam Luncurkan Teknologi Sensor Tekanan dan Kekeruhan Air

0
×

PDAM Tirta Antokan Agam Luncurkan Teknologi Sensor Tekanan dan Kekeruhan Air

Sebarkan artikel ini
Direktur PDAM Tirta Antokan, Jevie Eka Putra

AGAM, HARIANHALUAN.ID — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Antokan Kabupaten Agam terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan meluncurkan inovasi pemanfaatan teknologi berupa pemasangan sensor tekanan air dan sensor kekeruhan air di sejumlah titik jaringan distribusi.

Direktur PDAM Tirta Antokan, Jevie Eka Putra, mengatakan inovasi ini bertujuan untuk meminimalisir keluhan masyarakat terkait distribusi dan kualitas air bersih. Dengan teknologi tersebut, PDAM dapat mendeteksi lebih dini potensi gangguan sebelum dikeluhkan pelanggan.

“Melalui pemasangan sensor ini, kami bisa mengetahui kondisi tekanan dan kekeruhan air secara real time. Jadi sebelum masyarakat menyampaikan laporan, kami sudah lebih dulu mengetahui adanya persoalan di lapangan,” ujar Jevie Eka Putra, Rabu (14/1).

Baca Juga  Bupati Agam Benni Warlis Beri Ceramah Agama di Masjid Nurul Ikhlas

Ia menjelaskan, sensor tekanan air berfungsi untuk memantau stabilitas aliran dalam jaringan pipa, sementara sensor kekeruhan air digunakan untuk memastikan kualitas air yang didistribusikan tetap sesuai standar.

“Inovasi ini sangat penting untuk meningkatkan respon cepat petugas. Jika terjadi penurunan tekanan atau peningkatan kekeruhan, sistem akan memberikan notifikasi sehingga penanganan bisa segera dilakukan,” jelasnya.

Jevie menambahkan, pemasangan sensor ini telah dimulai sejak akhir tahun 2025 dan akan dilakukan secara bertahap hingga ditargetkan rampung pada tahun 2027 mendatang.

“Untuk wilayah Lubuk Basung sendiri, saat ini sudah dipasang di sekitar 40 titik strategis. Sementara secara keseluruhan di Kabupaten Agam, jumlahnya lebih dari 100 titik,” ungkapnya.

Baca Juga  Tanjung Raya Kembali Diterjang Galodo, Sungai Muaro Pisang Meluap

Menurutnya, pemilihan titik pemasangan dilakukan berdasarkan tingkat kerawanan gangguan, kepadatan pelanggan, serta jalur distribusi utama PDAM Tirta Antokan.

“Ke depan kami berharap dengan sistem ini, pelayanan air bersih semakin optimal, keluhan masyarakat dapat ditekan seminimal mungkin dan kepercayaan pelanggan terhadap PDAM terus meningkat,” kata Jevie.

Ia juga menegaskan bahwa inovasi berbasis teknologi ini merupakan bagian dari komitmen PDAM Tirta Antokan untuk bertransformasi menjadi perusahaan daerah yang modern, adaptif dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.

“Ini adalah langkah menuju digitalisasi layanan PDAM Tirta Antokan. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan layanan air bersih yang andal, berkualitas dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)