NASIONAL

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 14 Januari 2026

0
×

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 14 Januari 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana baru yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia berdasarkan hasil pemantauan Pusdalops BNPB dalam 24 jam terakhir hingga Rabu (14/1) pukul 07.00 WIB.

Adapun laporan pertama adalah banjir yang melanda Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, pada Selasa (13/1). Peristiwa ini berdampak pada 3.656 kepala keluarga (KK). Hingga saat ini, sebanyak 3.656 unit rumah di tiga kecamatan, yaitu Lempuing, Lempuing Jaya, dan Mesuji, masih terendam banjir dengan tinggi muka air antara 20 hingga 60 sentimeter. Penanganan darurat masih terus berlangsung di lapangan dalam status Siaga Darurat Provinsi yang berlaku hingga 30 April 2026.

Sementara itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (12/1). Peristiwa ini terjadi di Desa Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, dan berdampak pada 190 kepala keluarga atau 588 jiwa, dengan 14 kepala keluarga terpaksa mengungsi. Sebanyak 190 unit rumah terdampak akibat genangan banjir. Kondisi mutakhir menunjukkan air mulai berangsur surut, dan wilayah Jawa Barat saat ini berada dalam status Siaga Darurat Provinsi hingga 30 April 2026.

Baca Juga  Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana Tanggal 28 Maret 2025

Berikutnya, di Provinsi Banten, fenomena cuaca ekstrem terjadi di delapan kelurahan pada enam kecamatan di Kota Serang pada Minggu (11/1). Kejadian ini mengakibatkan 17 kepala keluarga atau 75 jiwa terdampak, serta 17 unit rumah mengalami kerusakan. BNPB mencatat bahwa penanganan awal berupa pembersihan pohon tumbang telah dilakukan, sementara rumah-rumah yang rusak belum diperbaiki oleh pemiliknya. Wilayah ini masih berada dalam status Siaga Darurat Provinsi hingga 19 Maret 2026.

Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Bantul pada Senin (12/1). Kejadian ini terjadi di 15 desa pada delapan kecamatan dan berdampak pada 14 kepala keluarga dengan jumlah rumah terdampak sebanyak 14 unit, satu tempat ibadah, dan satu kandang ternak. Di samping itu, sembilan akses jalan turut terdampak, termasuk sembilan jaringan listrik.

Baca Juga  Upayakan Mudik Lebaran Aman Bencana, BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

Penanganan di lapangan telah dilakukan, meliputi pembersihan pohon tumbang di sejumlah titik serta distribusi terpal kepada warga terdampak melalui kerja sama dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) kelurahan. Status Siaga Darurat di wilayah ini berlaku hingga 23 Mei 2026.

Kejadian bencana baru lainnya terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Kabupaten Lombok Barat, pada Senin (12/1). Banjir berdampak pada 570 kepala keluarga atau 1.711 jiwa, dengan jumlah rumah terdampak mencapai 570 unit. Hingga laporan ini disusun, banjir dilaporkan belum surut dan masih menggenangi permukiman warga. Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh pihak terkait di daerah.

BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. (*)