SUMBAR

BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi Kunjungi Haluan, Bicara UHC dan Keringanan Pascabencana

0
×

BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi Kunjungi Haluan, Bicara UHC dan Keringanan Pascabencana

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Tidak semua daerah di Sumatera Barat telah mencapai Universal Health Coverage (UHC), namun Bukittinggi mampu mempertahankan predikat tersebut hingga saat ini.

Per 1 Oktober 2025, Kota Bukittinggi masih berstatus UHC berkat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Status UHC diberikan bagi daerah yang telah menjamin minimal 98 persen penduduknya menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Hal itu disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Haris Prayudi bersama Kepala Bagian SDM, Umum dan Komunikasi, Gusni Merdekawati, Staff Komunikasi dan Kesekretariatan, Aditiya Hari Ananda dan Afrillio Uston saat mengunjungi Haluan, Rabu (14/1).

“Padang Panjang, Bukitinggi, Pasaman rata-rata 98 persen sudah aktif,” ujar Haris.

Ia juga menjelaskan BPJS Kesehatan juga turut prihatin terhadap kondisi bencana yang menimpa Sumbar belakangan ini. Hal itu membuat BPJS Kesehatan turut mengupayakan sejumlah keringanan bagi peserta.

“Karena sampai saat ini banyak keringanan. Contoh peserta yang menunggak dihapuskan, atau ada yang hanya 2 tahun saja, melalui program Rehab atau masuk BPU Pemda kalau tidak sanggup akibat terdampak bencana,” ucapnya.

Baca Juga  BPJS Kesehatan Bukittinggi Perkuat Peran Kader JKN

Meskipun demikian, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak memiliki wewenang banyak dalam menelurkan kebijakan bagi warga yang terdampak bencana.

“Kebijakan secara perorangan belum ada. Karena bentuk dukungan BPJS Kesehatan untuk daerah terdampak memperhitungkan banyak hal juga. Harus ada regulasi khusus. Contoh kebijakan yang selama ini berlaku, situasi tanggap darurat tidak masuk dalam jaminan. Semua aturan terpusat. Kita tidak punya wewenang untuk membuat kebijakan sendiri,” jelasnya.

Bagi segmentasi penerima upah yang kelas mandiri jika mengalami kendala membayar iuran akibat bencana, dapat diusulkan di DTKS dan masuk peserta bantuan.

Selain soal capaian kinerja, Haris juga mdmbahas perihal kerja sama antara BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi dengan Haluan kedepan. Meski selama ini sudah berjalan dengan baik, namun Haris menyebut kemitraan ini mesti terus diperkuat. Apalagi selama ini, Haluan termasuk top 5 media yang berkontribusi untuk pemberitaan BPJS Kesehatan.

Baca Juga  Gerindra Minta Optimalisasi PAD dari Pajak Kendaraan dan BUMD, BPKAD Akui Tekanan Fiskal Berat di APBD 2025

“Kami tentu sangat berterima kasih kepada Haluan atas kerja sama selama ini. Kami sangat banyak dapat manfaat dari kerja selama ini. Atas dasar itu kami langsung datang ke Haluan untuk bisa terys memperkuat kemitraan ini,” katanya.

Menjawab tantangan itu, Pimpinan Perusahaan Haluan Silvia Oktarice didampingi Manager Digital, Nasrizal, Wakil Pemimpin Redaksi Isra Hermanto dan Mantan Kabag Iklan Haluan, Yunasbi menyebut Haluan sebagai media tertua sudah sangat lengkap untuk bermitra dengan BPJS Kesehatan. Haluan dilengkapi koran, portal online dan media sosial yang lengkap dengan podcastnya.

“Semua itu punya segmen pembaca yang berbeda-beda tentunya. Dimulai koran yang masih bayak pelanggan dari kalangan pemerintahan kabupaten/kota, nagari dan sekolah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wapemred Isra Hermanto turut membahas seputar peran BPJS dalam pemulihan pascabencana yang menimpa beberapa wilayah di bawah cakupan BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi. (*)