PASBAR, HARIANHALUAN.ID – Turnamen Porsis Cup U-17 dan 3 Player U-20 Tahun 2025–2026 resmi berakhir pada Jumat (16/1). Penutupan turnamen yang diikuti 32 klub tersebut dilakukan oleh Ketua KONI Kabupaten Pasaman Barat di Lapangan Hijau Porsis, Jorong Simpang, Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Koto Balingka.
Turnamen ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan atlet sepak bola usia dini di Kabupaten Pasaman Barat, sekaligus menjadi ajang uji mental tanding bagi para pemain muda.
Laga grand final kategori U-17 mempertemukan Porsis FC U-17 dengan Rajawali FC U-17. Pertandingan berlangsung sengit selama dua babak masing-masing 30 menit dan berakhir imbang dengan skor 1–1. Penentuan pemenang kemudian dilanjutkan melalui adu penalti, yang dimenangkan oleh Porsis FC dengan skor 3–2. Dengan hasil tersebut, Porsis FC U-17 keluar sebagai juara, sementara Rajawali FC U-17 menempati posisi runner-up. Juara I menerima uang pembinaan sebesar Rp3 juta disertai trofi dan medali, sedangkan Juara II memperoleh uang pembinaan sebesar Rp1,5 juta serta trofi dan medali.
Ketua KONI Kabupaten Pasaman Barat, Wahidul Basri, dalam sambutannya saat penutupan menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembinaan atlet berprestasi sejak usia dini.
“Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan dan uji mental tanding bagi atlet muda. Kita berharap melalui kegiatan seperti ini lahir bibit-bibit pesepak bola berprestasi yang mampu mengharumkan nama Pasaman Barat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau agar Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Pasaman Barat semakin giat dan konsisten dalam melakukan pembinaan anak-anak usia dini, sehingga pembinaan olahraga dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah.
Penutupan turnamen tersebut turut dihadiri Wakil Sekretaris KONI Kabupaten Pasaman Barat, Faizald, serta unsur panitia, ofisial tim, dan masyarakat setempat yang antusias menyaksikan jalannya pertandingan. (*)





