NASIONAL

Melalui OMC, BNPB Harapkan Curah Hujan Tidak Lebat Hingga Ekstrem

0
×

Melalui OMC, BNPB Harapkan Curah Hujan Tidak Lebat Hingga Ekstrem

Sebarkan artikel ini

PATI, HARIANHALUAN.ID – Hujan terpantau turun dengan intensitas ringan hingga lebat di wilayah Kabupaten Pati dan sekitarnya pada hari ini, Sabtu (17/1). Meminimalkan curah hujan dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) menjadi target BNPB dalam penanganan bencana hidrometeorologi pada beberapa wilayah di Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan, OMC telah dilakukan untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah yang eskalasi intensitas hujannya cukup tinggi. BNPB mengharapkan OMC dapat bekerja optimal sehingga tidak terjadi hujan intensitas lebat hingga ekstrem. Kepala BNPB menyatakan, pihaknya mengerahkan dua pesawat untuk melakukan OMC di Jawa Tengah. Ia juga meminta pemerintah daerah turut berkontribusi untuk menambah armada OMC.

“Sebelum ke sini, saya berkomunikasi dengan Bapak Gubernur. Saya meminta untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca di Jawa Tengah,” ujarnya di hadapan jajaran pimpinan daerah di Kantor Bupati Pati, Sabtu (17/1).

Kepala BNPB mengatakan, prediksi curah hujan di Januari masih tinggi di beberapa wilayah Indonesia. Ia berharap di bulan depan intensitas hujan lebat sampai ekstrem akan berakhir. Sejauh adanya potensi cuaca seperti itu, BNPB akan terus melakukan OMC.

“Meskipun tadi sudah ada dua pesawat melaksanakan OMC, di Jepara saja mulai tadi malam (16/1) sampai tadi pagi hujan terus sehingga saya meminta perkuatan juga dari provinsi,” imbuhnya.

Baca Juga  Kepala BNPB Pimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Sumatra Barat

Kepala BNPB Suharyanto berharap dengan dua armada pesawat dari BNPB dan satu lagi dari provinsi akan membantu OMC untuk mengurangi turunnya hujan di wilayah Kabupaten Pati dan sekitarnya. Ia juga mengungkapkan, meskipun prediksi BMKG akan adanya hujan sangat lebat cenderung ekstrem, dengan OMC hujan yang turun diharapkan berintensitas ringan hingga sedang.

“Tapi tetap hujannya akan ada tapi tidak seekstrem yang terjadi empat hari yang lalu,” ujarnya.

Dua pesawat OMC yang bersiaga di Provinsi Jawa Tengah tersebut merupakan armada yang sebelumnya beroperasi untuk penanganan bencana banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatra.

“Jadi untuk yang OMC ini, kita akan melaksanakan terus. Mudah-mudahan dalam waktu beberapa hari ke depan, kalau memang hujannya tidak berhenti secara total, paling tidak bisa dikurangi,” harap Suharyanto yang didampingi pejabat eselon dua BNPB.

Pada hari ini (17/1), pesawat Cessna melakukan 5 sorti dengan menebarkan bahan semai NaCl seberat 4.000 kg dan CaO 1.000 kg. Sedangkan satu pesawat lagi, bahan semai NaCl seberat 5.000 kg ditebar dalam 5 sorti.

Baca Juga  Pemkab Agam Bantu Pakaian Sekolah untuk Warga Terdampak Bencana

Sejak pertama beroperasi dua pesawat telah melakukan 21 sorti dengan total bahan semai seberat 21.000 kg di atas wilayah yang berpotensi mengurangi hujan lebat hingga ekstrem di atas wilayah target, seperti Kudus, Pati, Jepara dan Demak.

Kunjungan Lapangan Pati dan Demak

Setelah melakukan rapat koordinasi penanganan banjir bersama Bupati dan unsur forkopimda Pati, Kepala BNPB dan rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke pos pengungsian yang berada Balai Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati. Letjen Suharyanto menyalurkan bantuan BNPB kepada warga terdampak banjir.

Setelah itu, rombongan BNPB bertolak menuju ke Desa Gajah, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak. Kepala BNPB melihat upaya pemompaan di salah satu titik yang menyebabkan luapan air sungai di kawasan itu. Di samping itu, Suharyanto yang didampingi jajaran pemerintah kecamatan memberikan bantuan kepada warga setempat.

Pada penanganan bencana hidrometeorologi banjir dan tanah longsor, BNPB telah memberikan bantuan kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Tak hanya itu, dukungan personel untuk penguatan pos komando serta OMC digelar untuk mengoptimalkan penanganan bencana, khususnya di wilayah Kudus, Pati, Jepara dan Demak. (*)