Sementara itu, salah seorang siswa mengaku tetap bersemangat meski harus belajar di tenda. Ia mengatakan suasana di dalam tenda terasa panas di siang hari dan menimbulkan rasa takut saat hujan deras, namun hal itu tak menyurutkan niatnya untuk terus belajar bersama teman-temannya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Muslim, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam pemulihan sektor pendidikan.
“Keselamatan peserta didik adalah prioritas utama. Penyediaan tenda belajar dan perlengkapan sekolah ini adalah langkah awal agar Standar Pelayanan Minimal pendidikan tetap berjalan. Untuk relokasi permanen, prosesnya sudah dimulai dan tentu membutuhkan kajian matang serta dukungan anggaran,” ujarnya.
Dengan langkah darurat tersebut, pemerintah daerah berharap semangat belajar siswa tetap terjaga, sembari menunggu solusi permanen demi masa depan pendidikan yang lebih aman dan berkelanjutan di Kabupaten Pasaman. (*)






