SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dimaknai sebagai momentum pembentukan karakter aparatur sipil negara (ASN) yang berlandaskan disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi, saat menghadiri peringatan Isra Miraj yang digelar di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solok Selatan, Senin (19/1/2026).
Menurut Yulian, peristiwa Isra Miraj yang menandai diwajibkannya salat lima waktu memiliki makna mendalam bagi pembentukan kepribadian seorang muslim. Salat tidak hanya menjadi tiang agama, tetapi juga fondasi dalam membangun sikap hidup yang tertib dan berintegritas.
“Salat tidak hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan keikhlasan dalam menjalani kehidupan sosial. Nilai-nilai inilah yang sangat relevan untuk kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjalankan peran sebagai aparatur negara, pendidik, pemimpin, serta generasi penerus bangsa,” ujar Wabup Yulian Efi.
Lebih lanjut, Wabup menilai peringatan Isra Miraj yang bertepatan dengan awal tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk menata kembali arah pembangunan daerah. Ia menekankan agar setiap kebijakan dan langkah pembangunan tidak semata berorientasi pada capaian materiil, tetapi juga berlandaskan nilai keimanan, etika, dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan ini juga diisi dengan tausiah oleh Ustadz Arizal, yang mengajak peserta untuk menjadikan nilai-nilai Isra Miraj sebagai pedoman dalam kehidupan pribadi maupun profesional.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Dr. H. Syamsurizaldi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama seluruh ASN dalam pelaksanaan program dan kegiatan selama Tahun Anggaran 2025.
“Alhamdulillah, kita tidak ada tunda bayar dan tidak ada gagal bayar, kecuali beberapa kegiatan yang tertunda bukan karena kelalaian kita. Ini terlaksana berkat kerja sama kita semua, di mana setiap ASN saling berkontribusi untuk keberhasilan tugas,” ungkap Syamsurizaldi.
Sekda juga menegaskan pentingnya kepekaan ASN terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan, termasuk kemampuan menindaklanjuti berbagai informasi dan berkolaborasi dengan pihak terkait sebagai bagian dari pelayanan publik.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok Selatan telah menerapkan Sistem Manajemen Talenta (SIMATA) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Untuk mendukung hal tersebut, seluruh ASN diminta segera melengkapi dokumen-dokumen digital melalui aplikasi myASN. (*)
Pemkab Solsel Refleksikan Peringatan Isra Miraj untuk Peningkatan Disiplin dan Integritas ASN

WhatsApp Harianhaluan.id
+ Gabung




