SOLOK SELATAN

SMANTRI SMART CUP ke-9 Jadi Ajang Galang Kepedulian untuk Korban Banjir

0
×

SMANTRI SMART CUP ke-9 Jadi Ajang Galang Kepedulian untuk Korban Banjir

Sebarkan artikel ini

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.ID- Turnamen olahraga pelajar biasanya identik dengan persaingan sengit di lapangan. Namun berbeda dengan SMANTRI SMART CUP ke-9. Ajang yang digelar SMA Negeri 3 Solok Selatan ini justru mencuri perhatian karena memadukan kompetisi olahraga dan aksi kemanusiaan sekaligus.

‎Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, di GOR Rimbo Tangah, Senin (19/01/2026), menjadi bukti bahwa generasi muda Solok Selatan tidak hanya berlomba mengejar prestasi, tetapi juga peka terhadap penderitaan sesama.

‎Mengusung tema Peduli Sumatera Barat, SMANTRI SMART CUP tahun ini didedikasikan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Sumbar. Di tengah sorak-sorai pertandingan, terselip semangat empati dan solidaritas sosial yang kuat.

‎Dalam sambutannya, Wabup Yulian Efi menyampaikan apresiasi tinggi kepada keluarga besar SMAN 3 Solok Selatan dan seluruh panitia. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan wajah lain dunia pendidikan, tempat lahirnya generasi berprestasi sekaligus berjiwa sosial.

‎“Ini bukan sekadar turnamen olahraga. Ini adalah panggilan kemanusiaan. Para pelajar diajak bertanding sambil berbagi dan membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tegasnya.

‎Yulian Efi menilai SMANTRI SMART CUP ke-9 sebagai contoh nyata bagaimana pendidikan karakter bisa diwujudkan melalui kegiatan nyata. Olahraga melatih sportivitas dan disiplin, sementara aksi sosial menanamkan empati dan tanggung jawab sejak dini.

‎“Di sinilah esensi pendidikan sesungguhnya. Ketika semangat muda, bakat, dan solidaritas bersatu untuk tujuan yang lebih mulia,” tambahnya.

‎SMANTRI SMART CUP ke-9 pun bukan hanya meninggalkan jejak prestasi di papan skor, tetapi juga harapan dan kepedulian bagi mereka yang tengah berjuang bangkit dari bencana. Sebuah turnamen yang membuktikan: menang bukan hanya soal skor, tetapi juga soal hati. (*)