PESISIR SELATAN

Warga Ngalau Gadang Tandu Pasien Berobat, DPRD Pessel Dorong Penanganan Pascabencana Dipercepat

2
×

Warga Ngalau Gadang Tandu Pasien Berobat, DPRD Pessel Dorong Penanganan Pascabencana Dipercepat

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID – Kondisi keterisolasian warga Kampung Ngalau Gadang, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), pascabencana masih menjadi perhatian berbagai pihak. Salah satu dampaknya terlihat ketika warga harus menandu pasien sejauh tiga kilometer untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Fraksi NasDem, Dani Sopian, menyampaikan bahwa DPRD telah mengambil langkah awal dengan menyikapi persoalan penanganan pascabencana di wilayah tersebut.
Menurut Dani, DPRD Pessel telah mengagendakan rapat dengar pendapat (RDP) bersama pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna mengevaluasi penanganan pascabencana di Ngalau Gadang.

“Kami di DPRD sudah menyikapi persoalan ini dengan memanggil pemerintah daerah untuk RDP evaluasi penanganan pascabencana Ngalau Gadang pada Rabu, 21 Januari 2026,” ujar Dani, Jumat (23/1/2026).

Namun, Dani menjelaskan bahwa RDP tersebut belum dapat berjalan secara maksimal karena tidak dihadiri seluruh unsur yang diharapkan.

“Pada saat itu BPBD dan Sekda tidak bisa hadir karena sedang ada tugas luar. Yang hadir hanya Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Perkimtan, serta Asisten I Pemkab Pessel,” jelasnya.

Karena keterbatasan kehadiran OPD terkait, lanjut Dani, rapat tersebut akhirnya terpaksa diundur agar pembahasan bisa dilakukan secara lebih komprehensif dan menghasilkan langkah yang tepat.

“RDP terpaksa kita tunda dan akan diagendakan kembali dalam waktu dekat. Kita berharap nanti seluruh dinas terkait bisa hadir, sehingga evaluasi dan solusi yang dibahas bisa lebih menyeluruh,” katanya.

Sebelumnya, peristiwa yang menimpa seorang bocah berusia 11 tahun bernama Aras menjadi gambaran nyata dampak keterisolasian tersebut. Aras harus ditandu warga dari Kampung Ngalau Gadang menuju titik terdekat yang bisa dilalui kendaraan setelah mengalami kecelakaan saat bermain di depan rumahnya.

Akibat kondisi jalan dan jembatan yang belum pulih, ambulans maupun kendaraan roda empat belum bisa menjangkau kampung tersebut. Warga bersama anggota TNI AD akhirnya bergotong royong menandu Aras sejauh kurang lebih tiga kilometer menuju Kampung Limau-limau, sebelum dibawa ke Puskesmas Asam Kumbang dan dirujuk ke RSUD M. Zein Painan.

Dani Sopian menilai, kondisi ini menjadi pengingat penting bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kerja bersama dan koordinasi lintas sektor.