“Kami memahami bahwa penanganan bencana tidak sederhana. Tapi dengan duduk bersama, mengevaluasi, dan menyamakan langkah, kita berharap akses dasar masyarakat bisa segera pulih,” ucapnya.
Ia juga berharap proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat, mengingat dampak keterisolasian tidak hanya dirasakan di sektor kesehatan saja, tetapi juga pendidikan dan ekonomi masyarakat.
Untuk diketahui, Kampung Ngalau Gadang dihuni sekitar 168 kepala keluarga atau sekitar 670 jiwa. Di kampung tersebut hanya terdapat satu TK, satu SD, dan satu Puskesri. Sementara siswa SMP hingga SMK harus keluar kampung untuk bersekolah, sehingga ketika akses terputus, aktivitas pendidikan ikut terganggu.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan sebelumnya telah menyampaikan rencana pemasangan gorong-gorong plat baja Aramco sebagai pengganti jembatan yang putus serta pembersihan material longsor dengan alat berat.
Dani Sopian berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan agar aktivitas warga kembali normal.
“Harapan kita sederhana, agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman. DPRD tentu akan terus mendorong dan mengawal upaya pemulihan ini,” pungkasnya. (*)






