TANAH DATAR, HARIANHALUAN.ID – PT. BPR Syariah Balerong Bunta resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan MTs Thawalib Darul Huda Rao-Rao, Kecamatan Sungai Tarab, Jumat (23/1). Hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan literasi keuangan syariah dan pengembangan pendidikan berbasis ekonomi Islam.
Penandatanganan MoU tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Pengurus Yayasan Darul Huda Rao-Rao,
Kepala Madrasah Titis Anugrah, S.Pd.I Majelis Guru MTs Thawalib Darul Huda Rao-Rao, Ketua Kerapatan Adat Nagari
asman Abas Badan Perwakilan Rakyat Nagari (BPRN) Rao-Rao, Eri Fuadi
Perangkat Nagari Rao-Rao, serta Direktur PT BPR Syariah Balerong Bunta Yuzaki Azwar dan jajaran.
Ketua Yayasan Darul Huda Rao-Rao, Ir. H. Syaiful Zein, menyampaikan bahwa kedua pihak sepakat untuk meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan siswa dan guru.
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup penyediaan pelatihan dan simulasi praktik perbankan syariah sebagai bagian dari pembelajaran, yang tidak hanya diperuntukkan bagi karyawan PT BPR Syariah Balerong Bunta, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum.
Kerja sama ini bertujuan membangun generasi muda yang memahami prinsip ekonomi Islam sekaligus siap menghadapi tantangan dunia modern.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai Islami dalam praktik ekonomi sejak dini,” ujar Ir. H. Syaiful Zein.
Sementara itu, Ketua KAN Nagari Rao-Rao Asman Abas dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama tersebut sejalan dengan visi nagari untuk menjadi pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat berbasis adat dan syariah. Ia berharap kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan literasi ekonomi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya nilai budaya dan prinsip syariah dalam kehidupan sehari-hari.
Pihak nagari pun menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh program edukasi dan pelatihan yang akan dilaksanakan.
Menariknya, penandatanganan MoU ini juga disaksikan secara daring melalui Zoom Meeting, sehingga memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk mengikuti momentum penting tersebut.
Ir. H. Syaiful Zein menegaskan, jika madrasah dan bank syariah bersatu, maka akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga berakhlak Islami.
“MoU ini bukan sekadar dokumen, melainkan komitmen untuk membangun masa depan Tanah Datar yang berdaya dan beriman,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, kedua pihak merencanakan rangkaian program sepanjang tahun 2026. Program tersebut meliputi workshop literasi keuangan bagi siswa pada Kuartal I 2026, pelatihan guru mengenai prinsip ekonomi syariah pada Kuartal II 2026, simulasi pembukaan rekening dan studi kasus pembiayaan halal pada Kuartal III 2026, serta evaluasi dampak dan publikasi hasil kerja sama pada Kuartal IV 2026.
Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan, literasi keuangan syariah, serta pemahaman ekonomi Islam bagi siswa, guru, dan masyarakat Rao-Rao secara luas.(*)






