PADANG, HARIANHALUAN.ID — Bencana hidrometeorologi yang terjadi menjelang tutup tahun 2026 lalu telah meluluhlantakkan sebagian besar wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Untuk bisa kembali pulih seperti semula, Sumbar sedikitnya butuh anggaran sebesar Rp21,4 triliun.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno meresmikan hunian sementara (huntara) di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sabtu (24/1) kemarin.
Dalam kempatan itu, Mahyeldi menyampaikan, total estimasi kerusakan dan kerugian akibat bencana di Sumbar mencapai sekitar Rp33 triliun dan berdampak pada 15 kabupaten/kota. Wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi meliputi Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Kabupaten Padang Pariaman.
“Dana sebesar Rp21,4 triliun dibutuhkan untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana yang meliputi perbaikan infrastruktur, permukiman, sosial dan pendidikan, ekonomi pertanian dan perkebunan, serta untuk pengurangan risiko bencana,” katanya.
Di lain pihak, Gubernur juga menekankan pentingnya pembangunan sabo dam dan cek dam, khususnya di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, sebagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi ancaman banjir dan lahar dingin ke depan.
Mahyeldi berharap pendanaan dapat sepenuhnya bersumber dari APBN serta meminta percepatan penyaluran dana Transfer ke Daerah (TKD) agar perbaikan infrastruktur dapat segera dilakukan.
Resmikan Huntara
Hunian sementara (huntara) di Sumbar yang dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai ditempati warga pada Sabtu (24/1). Huntara ini tersebar di empat kabupaten, yakni Agam, Padang Pariaman, Limapuluh Kota, dan Pesisir Selatan dengan jumlah total sebanyak 267 unit. Warga terdampak bencana yang sebelumnya tinggal di lokasi pengungsian, kini mulai berada di tempat yang lebih layak dengan fasilitas yang lebih memadai di huntara.
Peresmian huntara tersebut dilakukan oleh Menko PMK, Pratikno bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian serta Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. Secara simbolis, peresmian dan penyerahan kunci dilakukan di huntara yang berada di Lapangan Kayu Pasak, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Pratikno mengatakan, pembangunan huntara dilakukan di banyak tempat di beberapa daerah yang terdampak bencana. Masyarakat sudah mulai menepati huntara, dan pindah dari lokasi pengungsian.
“Ini tahapan penting, supaya tidak terlalu lama di pengungsian. Kemudian hidup sebagai keluarga yang lebih normal, sambil dalam proses tentu saja pembangunan hunian tetap (huntap),” kata Ketua Pengarah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera itu.






