KAB. LIMAPULUH KOTA

Atasi Persoalan Sampah, Pemkab Lima Puluh Kota Bakal Jajaki Kembali Kerjasama Perusahaan Maggot

5
×

Atasi Persoalan Sampah, Pemkab Lima Puluh Kota Bakal Jajaki Kembali Kerjasama Perusahaan Maggot

Sebarkan artikel ini
Kantor Bupati Lima Puluh Kota

LIMA PULUH KOTA, HARIANHALUAN.ID — Masalah sampah masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Lima Puluh Kota. Setidaknya ada sekitar 160 ton sampah dihasilkan masyarakat setempat setiap harinya. Karena itu, Pemkab Lima Puluh Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup terus berupaya mencari solusi terbaik dalam menangani sampah-sampah di perkotaan hingga di nagari-nagari.

Salah satunya yakni dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan Maggot yang ada di Riau. Meski sempat menjalin kerja sama beberapa tahun lalu, tetapi MoU kedua daerah sempat terputus karena terkendala lahan yang belum dimiliki oleh Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Dulu rencana lokasi pengolahan sampah menjadi pangan Maggot berada di Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Tetapi sampai hari ini lahan untuk membangun lokasi pengolahan masih terkendala. Ini penyebab Mou sempat terhenti. Sekarang kita sudah memiliki lahan yang cocok,”ujar Nopriyadi Syukri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lima Puluh Kota baru-baru ini.

Dulu, ujarnya, Lima Puluh Kota sudah menjalin MoU dengan PT Biocycle yaitu salah satu perusahaan Manggot terbesar di Indonesia yang berada di Kampar Riau.

Diakuinya, Dinas Lingkungan Hidup sendiri, sudah memiliki lahan seluas 4 hektare yang berada di Lubuak Batingkok dan cocok sebagai lokasi untuk pengolahan Maggot.

“Ini yang akan kita sampaikan kepada bupati, pemanfaatan lahan milik daerah untuk pengolahan Maggot yang bekerja sama dengan PT Biocycle. Dari luas lahan 4 hektare, 1 hektare dimanfaatkan untuk pengolahan Manggot dan 3 hektare lainnya sebagai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu,”kata Nopriyadi Syukur.

Dirinya berharap, dengan adanya lahan 4 hektare yang saat ini belum termanfaatkan, nantinya bisa memberi dampak positif dalam mengatasi persampahan di daerah. (*)