EkBis

Investasi PMDN dan PMA di Sumbar Serap 9.698 Tenaga Kerja

2
×

Investasi PMDN dan PMA di Sumbar Serap 9.698 Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini

PADANG, HALUAN — Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di  Sumatera Barat  mampu menyerap  sebanyak 9.698 tenaga kerja hingga Triwulan III  2025.

Jumlah tenaga kerja yang diserap sepanjang periode Juli hingga September 2025, meningkat signifikan jika dibandingkan  dengan Triwulan II/2025 yang hanya mencapai 6.743 orang.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatera Barat, Luhur Budianda ketika dikonfirmasi Haluan di Padang, Senin (26/1).

Luhur mengatakan total realisasi investasi PMA, PMDN, dan Usaha Mikro Kecil (UMK) di Sumbar hingga Triwulan III atau September 2025 mencapai sebesar Rp8,64 triliun.

Kontribusi terbesar masih berasal dari PMDN sebesar Rp4,61 triliun atau 53,37 persen, disusul PMA sebesar US$111,45 juta atau setara Rp1,78 triliun dengan kontribusi 20,63 persen, serta investasi UMK sebesar Rp2,24 triliun atau 26 persen.

“Sedangkan secara jumlah proyek, PMDN masih mendominasi dengan 5.871 proyek, sementara PMA tercatat sebanyak 713 proyek,”ujar Luhur Budianda.

Dari sisi peringkat, realisasi PMDN Sumatera Barat berada di urutan ke-28 nasional dan ke-9 regional Sumatera, sedangkan PMA berada di urutan ke-26 nasional dan ke-7 regional Sumatera .

Berdasarkan aspek kewilayahan, Kota Padang menjadi kontributor terbesar penyumbang realisasi investasi PMA dan PMDN dengan nilai mencapai sebesar Rp1,85 triliun.

“Investasi di ibu kota provinsi ini juga mampu menyerap sebanyak 2.940 tenaga kerja dari 4.459 proyek PMA dan PMDN yang ada,” ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata itu.

Selanjutnya, Kabupaten Padang Pariaman sebesar Rp998,9 miliar, mampu menyerap 109 tenaga kerja dari sebanyak 550 proyek PMA dan PMDN di wilayah itu.

“Disusul Kabupaten Pasaman Barat sebesar Rp588,8 miliar yang mampu menyerap 884 tenaga kerja dari 304 proyek PMA dan PMDN yang ada,” sebutnya.

Pada posisi ke-4 ada Kabupaten Solok Selatan dengan nilai investasi sebesar Rp564,7 miliar, menyerap 41 tenaga kerja dengan 220 proyek PMA dan PMDN.

Kemudian Kabupaten Dharmasraya dengan nilai investasi sebesar Rp495,9 miliar yang mamp menyerap 110 tenaga kerja dengan 280 proyek PMA dan PMDN.

Berdasarkan sektor usaha, penyerapan tenaga kerja terbesar berasal dari sektor tersier, terutama pada bidang perdagangan dan reparasi, jasa lainnya, serta konstruksi yang menyerap lebih dari 4.000 tenaga kerja.

Pada sektor primer, bidang tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan menjadi penyumbang terbesar dengan 3.479 tenaga kerja, sedangkan pada sektor sekunder, industri makanan menyerap 1.562 tenaga kerja

“Sementara itu, lima negara asal PMA terbesar yang berinvestasi di Sumatera Barat hingga Triwulan III 2025 adalah Singapura, Jepang, Kepulauan Virgin Inggris, Malaysia, dan Hongkong (RRT),” tambahnya lagi.

Investasi dari negara-negara tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap nilai investasi, tetapi juga turut membuka lapangan kerja bagi tenaga kerja Indonesia di berbagai sektor usaha.

“Pemerintah daerah terus berupaya memperkuat iklim investasi agar investasi yang masuk tidak hanya tumbuh secara nilai, tetapi juga berkelanjutan dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya. (h/ita)