UTAMA

Kekeringan dan Kekurangan Air Bersih Membayangi, 5 Daerah di Sumbar Masih Butuh Perhatian Khusus

0
×

Kekeringan dan Kekurangan Air Bersih Membayangi, 5 Daerah di Sumbar Masih Butuh Perhatian Khusus

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah. IST

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menyatakan, hingga kini, dari total 16 daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat (Sumbar), terdapat lima daerah yang masih membutuhkan atensi khusus. Di sisi lain, bencana yang terjadi menjelang tutup tahun 2025 itu juga memuncul sejumlah persoalan baru, seperti kekeringan dan kekurangan air bersih.

Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Ilham Wahab mengungkapkan bahwa saat ini kondisi lapangan terus bergerak dinamis. Namun ia memastikan sebagian besar daerah telah memasuki fase transisi menuju pemulihan.

Ilham menjelaskan, dari total 16 kabupaten dan kota di Sumbar yang terdampak bencana beberapa waktu lalu, sebanyak 13 daerah sempat menetapkan status tanggap darurat. Akan tetapi, tidak semua wilayah mengalami dampak dengan tingkat kerusakan yang sama.

“Dari 13 kabupaten kota itu, memang ada beberapa daerah yang dampaknya sangat parah. Bahkan terjadi pula bencana susulan, sehingga pengakhiran masa tanggap darurat di lima daerah ini menjadi cukup panjang,” ujar Ilham Wahab kepada Haluan, Senin (26/1).

Ia menambahkan, sektor pemerintahan juga tak luput dari dampak bencana. Sejumlah fasilitas publik, termasuk kantor wali nagari dan layanan dasar lainnya, sempat terganggu operasionalnya akibat kerusakan fisik.

Meski demikian, Ilham menegaskan bahwa kondisi terkini sudah jauh membaik. Pernyataan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera tersebut, katanya, merupakan hasil evaluasi yang dilakukan sekitar lima hari sebelumnya.

“Sekarang ini, rata-rata fasilitas yang sebelumnya terdampak sudah kembali berfungsi. Walaupun tidak dirinci secara spesifik, beberapa daerah yang dimaksud antara lain Kabupaten Agam dan Kota Padang,” ujar Ilham.

Di sisi lain, di tengah proses pemulihan, Sumbar justru dihadapkan pada persoalan lanjutan yang tak kalah krusial, yakni kekeringan dan keterbatasan air bersih. Ironisnya, jika sebelumnya Sumbar dilanda kelebihan air hingga memicu bencana, kini hujan justru tak turun sama sekali.

“Sudah cukup lama tidak hujan. Ditambah lagi banyak jaringan irigasi dan pipa intake PDAM yang rusak akibat bencana, sehingga pasokan air ke rumah warga terganggu. Bahkan, di beberapa tempat sumur masyarakat sudah mengering,” kata Ilham.

Merespons kondisi tersebut, BPBD Sumbar bersama berbagai pihak langsung bergerak cepat. Rapat koordinasi penanganan kekeringan telah digelar, khususnya untuk wilayah Kota Padang yang terdampak cukup signifikan.