PENDIDIKAN

Untuk Siswa Tingkat SMA/SMK/SLB : Silek Tradisi Minangkabau Jadi Ekstrakurikuler Wajib

1
×

Untuk Siswa Tingkat SMA/SMK/SLB : Silek Tradisi Minangkabau Jadi Ekstrakurikuler Wajib

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy memberikan sambutan saat Peluncuran Ekstrakurikuler Wajib Silek Tradisi Minangkabau bagi Siswa Tingkat SMA, SMK, dan SLB di Sumbar, bertempat di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Sabtu (24/1) kemarin. IST

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi menetapkan Silek Tradisi Minangkabau sebagai ekstrakurikuler wajib di seluruh SMA, SMK, dan SLB di Sumbar. Kebijakan tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda yang berakar pada nilai adat dan budaya Minangkabau.

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy menegaskan bahwa kebijakan ini diambil bukan demi sekadar mengajarkan bela diri kepada para pelajar, melainkan bertujuan untuk membentuk karakter, etika, dan jati diri generasi muda Minangkabau. Ini sekaligus menandai pelaksanaan serentak ekstrakurikuler silek tradisi di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar.

“Hari ini kita tidak lagi berbicara wacana. Silek Tradisi Minangkabau resmi dihadirkan di sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Ini adalah kebanggaan Ranah Minang yang harus kita hidupkan bersama,” kata Vasko saat Peluncuran Ekstrakurikuler Wajib Silek Tradisi Minangkabau bagi Siswa Tingkat SMA, SMK, dan SLB di Sumbar, bertempat di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Sabtu (24/1) kemarin.

Vasko menjelaskan, Silek Tradisi Minangkabau mengandung nilai-nilai luhur adat, musyawarah, etika sosial, serta spiritualitas yang sejalan dengan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Melalui jalur pendidikan formal, nilai-nilai tersebut diharapkan tertanam kuat sejak usia sekolah.

“Silek bukan hanya soal gerak fisik. Di dalamnya ada adab, ada etika, ada cara membangun hubungan sosial yang berakar pada budaya. Inilah yang ingin kami wariskan kepada generasi muda Sumbar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemprov Sumbar untuk mengembalikan kejayaan silek tradisi yang sempat tergerus oleh perkembangan zaman. Menurutnya, melalui generasi muda, Silek Minangkabau harus kembali populer dan menjadi identitas yang dibanggakan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar, Habibul Fuadi menjelaskan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler wajib Silek Tradisi Minangkabau sebenarnya telah dimulai sejak awal tahun ajaran baru pada Juli 2025 lalu, namun belum terstandarisasi. Saat ini, telah didukung modul pembelajaran yang terstandar. “Dengan terbitnya modul ekstrakurikuler Silek Tradisi, pelaksanaannya sudah bisa berjalan seragam dan terstruktur di seluruh SMA, SMK, dan SLB se-Sumbar,” kata Habibul.

Ia menambahkan, ekstrakurikuler Silek Tradisi terintegrasi dengan program wajib lainnya di sekolah, seperti tahfiz, wirid kolaborasi, dan pramuka, sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter berbasis nilai lokal. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Muhidi; Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Arry Yuswandi; jajaran pimpinan OPD terkait, pengurus IPSI provinsi dan kabupaten/kota, serta para tuo-tuo silek se-Sumbar. (*)