PADANG, HARIANHALUAN.ID – Seiring dengan maraknya persoalan banjir yang terjadi akhir tahun 2025 di berbagai negara-negara di dunia, termasuklah salah satunya negara Indonesia yang dilanda banjir.
Pada 22 Desember 2025 telah terjadi banjir di kota-kota besar Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh serta beberapa daerah lainnya. Curah hujan yang relatif tinggi merupakan salah satu pemicu utama terjadinya bencana alam tersebut.
Senada dengan itu, pernyataan masyarakat Kota Padang menyatakan bahwa pengelolaan sampah yang kurang efektif juga menjadi faktor pendukung terjadinya penyumbatan drainase ketika debit air yang tinggi.
Dalam kutipan media online detiknews bahwa Blaikie & Brookfied (1987) menyebutkan bahwa kebijakan lingkungan sebagai satu bingkai untuk memahami kompleksitas saling berhubungan antara masyarakat dan ekologi sehingga dalam mengatasi bencana akibat krisis lingkungan penting untuk mendudukkan para aktor yang menjadi pemangku kepentingan yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengusaha, LSM dan masyarakat.
Berdasarkan kutipan di atas menjelaskan bahwa faktor urbanisasi sebagai elemen masyarakat yang kurang memiliki pemahaman tentang budaya menjaga lingkungan hidup di perkotaan menyebabkan persoalan banjir telah menjadi ancaman masyarakat perkotaan itu sendiri.
Bertolak dari kondisi di lapangan tersebut maka Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis dan Ilmu Sosial, Universitas Perintis Indonesia melakukan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat (PkM) pada, Rabu (7/1) via virtual yang dimulai pada pukul 10.00 wib sampai 12.00 wib. Kegiatan PkM ini menitikberatkan tentang edukasi tentang dampak urbanisasi terhadap pembangunan perkotaan.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta sebanyak 160 orang yang berasal dari dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Padang, Universitas Perintis Indonesia dan kampus UiTM Malaysia.
Kegiatan Pengabmas Upertis diketuai oleh Delpa, SS,M.Soc,Sc, Ph.D dengan beranggotakan Vicky Setia Gunawan, M.Kom dan Yosi Kurnia, MM ikut ambil bagian dalam pembahasan dengan judul Urban Development : Urban Policy and Urbanization.
Kegiatan Pengabmas juga diikuti dosen UNP yakni Hanafi Saputra, M.Sos dan dosen dari UiTM Malaysia, Dr. Muhammad Fuad bin Abdul Karim.
Delpa dalam pemaparannya menyatakan bahwa keberhasilan tata ruang kota dalam mewujudkan pembangunannya diperlukan keseriusan pemerintah dalam menegakan peraturan tentang kebersihan lingkungan dari sampah.





