PADANG

Kawasan Batu Busuk Tak Boleh Lagi Ditempati, Warga Ragu Tinggalkan Lokasi

73
×

Kawasan Batu Busuk Tak Boleh Lagi Ditempati, Warga Ragu Tinggalkan Lokasi

Sebarkan artikel ini
Kondisi rumah di kawasan Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. YESSI

“Tidak hanya saya, sebagian besar warga juga mulai menempatinya kembali. Sebulan ini hujan tidak terlalu begitu, sehingga kami kembali untuk mengerjakan apa yang masih bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Kembalinya sebagian warga ke Batu Busuk bukan tanpa alasan. Kurangnya informasi, komunikasi, dan koordinasi, tak ayal menjadi keraguan bagi warga. Rencana pembangunan huntap dan terbengkalainya rumah yang telah menjadi tempatan hidup membuat warga ragu apakah ingin kembali ke Batu Busuk atau meninggalkannya.

“Karena kondisi yang mulai kondusif ini, sayang pula rasanya. Kami merasa tidak mendapat kepastian apa-apa tentu membuat kami ragu sendiri. Sedangkan sedikitnya masih ada yang bisa kami lakukan,” kata Syamsi.

Andaipun nantinya kawasan Batu Busuk benar-benar menjadi hamparan ladang dan sawah, kata Ketua Pemuda Batu Busuk itu tidak mungkin pula semua warga akan melakukannya. Karena ada yang berkerja di luar, hanya memiliki rumah saja, mengontrak, dan kendala-kendala lain.

“Kami harap ada kepastian sepasti-pastinya dari kebijakan dan dari upaya penanganannya ke depan. Kalau begini, jujur kami jadi ragu dengan daerah terpencil yang menjadi tumbuh kembang kami di sini,” katanya berharap.

Ketakutan juga disampaikan oleh warga lain, Epi. Katanya, meskipun kondisi Batu Busuk sekarang sudah mulai membaik, tapi trauma masih membekas bagi dirinya. Begitu juga bagi masyarakat lain.

“Banyak rumah yang rusak dan hanyut, dan kami mulai lagi menata-nata. Banyak anak-anak dan warga juga trauma, apalagi kalau hujan,” jelasnya.

Meski sudah terbilang kondusif, Epi meminta agar donasi dan bantuan tetap disalurkan. Sebab, membaiknya kondisi saat ini, tapi keberlangsungan hidup masih di ambang karena sebagian masyarakat masih terhambat aktivitas ekonominya.

Hal ini juga dikuatkan oleh salah seorang Koordinator Relawan dari I-DERU, Falerino, yang mengatakan kondisi mulai membaik, namun masyarakat masih sangat membutuhkan bantuan.

“Warga sudah mulai caos. Warga sudah ada yang setop bantuan di jalan dan maksa ambil, karena mereka sangat membutuhkan. Kebutuhan pangan, papan, dan pembangunan fasilitas umum juga sangat diperlukan,” ujarnya.