UTAMA

Kepala BNPB Apresiasi Kinerja Tim SAR Evakuasi Korban Longsor Cisarua

0
×

Kepala BNPB Apresiasi Kinerja Tim SAR Evakuasi Korban Longsor Cisarua

Sebarkan artikel ini

BANDUNG BARAT, HARIANHALUAN.ID – Operasi pencarian dan pertolongan atau SAR masih terus dilakukan di lokasi terdampak, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, hingga hari ini, Rabu (28/1). Pada kunjungan kerja kedua, BNPB mengapresiasi upaya evakuasi korban tanah longsor di daerah tersebut.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto saat berada di lokasi pada siang tadi (28/1). Kepala BNPB menyampaikan, upaya SAR mencatatkan kinerja signifikan sejak hari pertama hingga hari kelima. Operasi SAR telah berhasil menemukan 53 korban yang terbungkus dalam kantong jenazah. Dari total kantong yang diangkat personel SAR, 35 korban telah teridentifikasi tim DVI.

Lebih lanjut, Suharyanto menyampaikan, ahli waris keluarga korban teridentifikasi telah mendapatkan santunan dari Kementerian Sosial.

BNPB mendukung operasi SAR dengan melakukan operasi modifikasi cuaca atau OMC. Dengan cuaca hujan ini akan memperlambat upaya di lapangan karena kondisi tanah yang labil akan membahayakan para personel saat beroperasi di kawasan longsoran.

“Cuaca hujan terus namun kita melakukan operasi modifikasi cuaca. Alhamdulilah bisa membantu walaupun tidak sama sekali menghentikan,” ujar Kepala BNPB.

Kepala BNPB Suharyanto menambahkan, ketika cuaca terang para personel SAR kembali melakukan pencarian dan evakuasi di lokasi terdampak. Hingga kini, personel dibantu alat berat dan anjing pelacak. Suharyanto mengatakan, masa tanggap darurat ditargetkan selesai dalam dua minggu ini dan tidak diperpanjang. Ia berharap situasi pascabencana dapat segera kembali pulih dan terkendali.

Sementara itu, terkait dengan proses pemulihan, BNPB dan pemerintah daerah telah mendata jumlah rumah rusak berat atau hancur akibat longsor sebanyak 48 unit. Selain rumah pada kondisi tersebut, Kepala BNPB Suharyanto juga menyampaikan perlunya identifikasi rumah-rumah yang terancam dan harus direlokasi.

“Badan Geologi Kementerian ESDM juga sedang mendata, kira-kira di samping 48 tadi, apakah ada rumah-rumah masyarakat yang memang harus direlokasi,” ujar Suharyanto.

BNPB meminta pemerintah daerah untuk mencarikan lokasi atau lahan yang nantinya diperuntukkan untuk relokasi warga terdampak tanah longsor. Pada kesempatan itu, BNPB akan memberikan bantuan dana tunggu hunian kepada keluarga yang terdampak langsung dan saat ini tinggal bersama keluarga atau kerabat. Pemberian bantuan akan diberikan pada Januari ini hingga Maret nanti.

“Kemudian apabila mereka memang terdampak langsung dan harus mengungsi di rumah keluarganya, tidak apa-apa, Haknya juga akan diberikan kalau rumahnya rusak, hilang, rusak berat, mereka juga mendapatkan dana tunggu hunian,” tambahnya.

Kunjungan kedua Kepala BNPB di lokasi terdampak juga bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi. Suharyanto menyampaikan bantuan dari banyak pihak telah membantu masyarakat korban longsor. (*)