KAMPUS

UM Sumatera Barat Ukir Prestasi Nasional di Program Mahasiswa Berdampak 2026

0
×

UM Sumatera Barat Ukir Prestasi Nasional di Program Mahasiswa Berdampak 2026

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID — Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat berhasil meloloskan dua tim mahasiswa pada Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM).

Berdasarkan Keputusan Direktur DPPM tentang Penerima Pendanaan Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026, dari empat proposal yang diajukan UM Sumatera Barat, dua proposal dinyatakan lolos seleksi administrasi dan penilaian substansi serta berhak memperoleh pendanaan.

Dua tim tersebut masing-masing didampingi oleh dosen UM Sumatera Barat, Helga Yermadona dengan judul kegiatan “Pemulihan Pascabencana Berbasis Ekonomi Biru dan Ekowisata Berkelanjutan di Nagari Maninjau, Kabupaten Agam”, serta Wedy Nasrul dengan judul “Pemulihan Pertanian Pascabencana Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.”

Program Mahasiswa Berdampak merupakan program nasional yang bertujuan mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pemulihan wilayah terdampak bencana, melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.

Rektor UM Sumatera Barat, Dr. Riki Saputra, MA mengapresiasi capaian tersebut dan menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan nasional penguatan pengabdian kepada masyarakat.

“Program Mahasiswa Berdampak sejalan dengan penguatan caturdarma perguruan tinggi. Melalui program ini, sivitas akademika UM Sumatera Barat didorong untuk terlibat langsung dalam pemulihan masyarakat berbasis kebutuhan lokal dan keberlanjutan,” kata Riki Saputra, Rabu (28/1/2026).

Sementara itu, Helga Yermadona menjelaskan bahwa program yang diusulkan berfokus pada pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana melalui optimalisasi potensi lokal yang ramah lingkungan.

Sedangkan Wedy Nasrul menyebutkan, program pemulihan pertanian diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana, sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian pascabencana.

UM Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan program agar memberikan dampak nyata dan terukur bagi masyarakat sasaran sesuai tujuan Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026. (*)