NASIONAL

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Tanggal 29 Januari 2026

0
×

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Tanggal 29 Januari 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana yang terjadi pada periode 28–29 Januari 2026. Pada periode tersebut, tercatat laporan kejadian bencana dari Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur.

Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang memicu terjadinya banjir di Kelurahan Margadadi dan Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (27/1).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu mencatat jumlah warga terdampak mencapai 2.724 jiwa. Sebanyak 206 warga melakukan evakuasi mandiri dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Pemerintah daerah setempat telah menyiapkan lokasi pengungsian di tiga titik.

Upaya penanganan darurat segera dilakukan, antara lain pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak serta normalisasi saluran drainase.

Saat ini, kondisi genangan air berangsur surut dengan tinggi muka air berkisar antara 30–90 sentimeter.

Selain di Jawa Barat, banjir juga melanda wilayah Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Jember. Tiga kecamatan terdampak banjir, yakni Kecamatan Patrang, Sumbersari, dan Kaliwates, dengan ketinggian muka air antara 30–60 sentimeter. Banjir tersebut terjadi pada Rabu (28/1).

BPBD Kabupaten Jember mencatat jumlah warga terdampak sebanyak 191 Kepala Keluarga (KK). Kerugian materiil akibat banjir meliputi satu unit ruko, satu unit tempat kos, serta 191 unit rumah warga.

Tidak terdapat laporan warga mengungsi pada kejadian banjir ini. Pada Kamis (29/1), genangan air di sejumlah wilayah terpantau mulai surut. Meski demikian, BPBD Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi hingga saat ini.

Masih di Provinsi Jawa Timur, di tengah tingginya intensitas hujan yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah, sebagian daerah lainnya justru mengalami kekeringan, seperti yang terjadi di Kabupaten Bondowoso. Kondisi ini disebabkan oleh menurunnya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga lahan persawahan tidak memperoleh pasokan air yang memadai dan mengakibatkan tanah mengering.

Lokasi kekeringan berada di Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso.

Kekeringan tersebut berdampak pada 149 KK. Sebagai langkah respons cepat, BPBD Kabupaten Bondowoso bersama pemerintah daerah setempat telah melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi selama musim hujan, serta kemungkinan terjadinya bencana geologi seperti gempabumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau informasi resmi dari sumber terpercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG. (*)