PADANG

Dari Puing Banjir Bandang Menuju Huntap Mandiri Kampung Talang

1
×

Dari Puing Banjir Bandang Menuju Huntap Mandiri Kampung Talang

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Ingatan tentang banjir bandang yang menghantam kawasan Batu Busuk pada 27 November 2025 lalu bukan sekadar trauma, melainkan titik awal sebuah perjuangan para korban untuk kembali bangkit dan menata penghidupan lebih baik.

Banjir bandang yang mengakibatkan hanyutnya rumah tempat mereka selama ini bernaung jadi ujian berat yang harus dilewati para korban.

Berkat dukungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kadin Sumbar bersama Pemerintah Kota (Pemko) Padang, PT Semen Padang, BUMN/BUMD, TNI/Polri, donatur, dan tokoh masyarakat, langkah pertama untuk kembali bangkit mencapai momentumnya saat Wali Kota Padang, Fadly Amran secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Huntap di Koto Tuo, Kelurahan Kapalo Koto, Kamis (29/1/2026).

Di lokasi yang kini sudah berdiri Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) untuk penyintas banjir bandang itu akan dibangun sebanyak 10 Huntap untuk 10 Kepala Keluarga (KK) dari kaum Suku Tanjung.

Inisiator Huntap Mandiri Kampung Talang, Dasrul berbagai cerita bagaimana bencana yang menghancurkan rumah-rumah anak kemenakan Suku Tanjuang membuat Niniak Mamak harus berpikir bagaimana memastikan anak kemenakan mereka dapat segera kembali memiliki tempat untuk berteduh.

Dari situ, Dasrul bersama Niniak Mamak Suku Tanjuang memilih untuk tidak sekadar berpangku tangan. Ia menggalang kesepakatan kaum untuk menyediakan lahan seluas 14 x 12 meter per KK agar warga terdampak bisa memiliki hunian yang permanen dan layak.

“Bencana merupakan sesuatu yang telah digariskan oleh Allah bagi kami. Kami menjalani dengan tabah, namun kami tetap memiliki prinsip hidup untuk terus bertahan apapun situasinya,” ujar Dasrul.

Visi Dasrul bersama Niniak Mamak Suku Tanjuang pun jauh melampaui sekadar membangun dinding rumah. Ia telah menyiapkan konsep Kawasan Agrowisata Budaya Talang sebagai jantung ekonomi baru bagi kaumnya.

Konsep ini didesain untuk menyatukan sektor pertanian dan kebudayaan, sekaligus menjadi ikon baru bagi Kota Padang.

Untuk mewujudkan mimpi besar itu, Dasrul aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari akademisi Universitas Andalas, Kadin Indonesia, hingga sektor perbankan untuk membina kemampuan SDM warga.