PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Harapan yang tertunda selama bertahun-tahun akhirnya terwujud. Musala Baitul Mukminin di Nagari Koto Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), resmi beralih status menjadi masjid, ditandai dengan peresmian sekaligus peletakan batu pertama pembangunan masjid baru, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan penuh khidmat tersebut dihadiri Bupati Pesisir Selatan yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Pessel, Zainal Arifin, Asisten I Setdakab Pessel Syahrizal Antoni, Kabag Kesejahteraan Rakyat Andi Syafinal, Kabag Perekonomian dan SDA Dailipal, perwakilan Kemenag Pessel, Camat Sutera, Wali Nagari Koto Taratak, serta tokoh masyarakat, niniak mamak, bundo kanduang, dan warga setempat.
Pengurus Masjid Baitul Mukminin, Bayu, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses panjang peralihan status musala menjadi masjid.
“Hari ini mimpi besar itu terwujud. Sudah beberapa tahun tertunda, bahkan sempat berganti-ganti pengurus. Alhamdulillah, niat baik ini akhirnya terlaksana,” ujar Bayu.
Ia menyebutkan, berdirinya Masjid Baitul Mukminin tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Kementerian Agama, serta kekompakan seluruh masyarakat dan para donatur, baik yang ada di kampung halaman maupun di perantauan.
Bayu juga mengungkapkan, desain masjid yang akan dibangun memiliki konsep unik dan ikonik, menyerupai sebuah kapal.
“Masjid ini kami ibaratkan seperti kapal penyelamat. Mudah dikenali dan sarat makna, menjadi tempat berlabuh bagi umat untuk beribadah dan memperkuat keimanan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bayu melaporkan bahwa dana pembangunan yang telah terkumpul dari para donatur mencapai sekitar Rp241 juta lebih, ditambah sumbangan material berupa semen, besi, seng, pasir, dan bahan bangunan lainnya.
Tokoh masyarakat Koto Taratak, Buya Dalisman, menyampaikan bahwa peralihan status musala menjadi masjid bukan sekadar perubahan administratif, melainkan simbol kebersamaan dan semangat memakmurkan rumah ibadah.
“Masjid ini kita ibaratkan seperti kapal Nabi Nuh. Jika kita yakin dan mau menaikinya dengan beribadah, Insya Allah kita akan selamat dari berbagai marabahaya,” tuturnya.






