Sementara itu, untuk pakaian yang perlu segera digunakan, hair dryer yang disetel dengan pengaturan suhu sedang dapat menjadi solusi efektif.
Adapun dehumidifier berguna dalam mengurangi kelembapan udara sehingga proses pengeringan dapat berlangsung lebih cepat.
4. Beri jarak antar jemuran dan gunakan hanger
Saat menjemur di musim hujan, pastikan setiap pakaian digantung dengan jarak sekitar 5 cm-10 cm. Langkah ini bertujuan agar sirkulasi udara tetap mengalir di antara pakaian sehingga proses pengeringan dapat berlangsung lebih cepat.
Selain itu, gunakan hanger untuk menggantung pakaian. Menjemur menggunakan hanger membuat pakaian menggantung bebas dan terbuka tanpa lipatan sehingga kain dapat kering secara merata.
5. Mencuci dengan baking soda atau cuka putih
Baking soda berfungsi sebagai penyerap bau alami. Selain itu, bahan ini juga membantu menjaga warna pakaian tahan lama. Penggunaannya mudah, cukup tambahkan baking soda bersama deterjen saat proses pencucian.
Sementara itu, cuka putih juga ampuh membasmi bakteri penyebab bau apek. Masukkan sedikit cuka ke dalam bilasan terakhir saat mencuci pakaian. Tenang saja, aroma cuka akan hilang dengan sendirinya setelah pakaian kering.
6. Rendam pakaian kehujanan dengan air garam
Garam mengandung sifat antibakteri alami yang berguna menghilangkan bau apek pada kain.
Maka, jika jemuran terlanjur basah karena kehujanan, cuci ulang dengan cara merendamnya menggunakan air hangat yang telah ditambahkan 2-3 sendok makan garam. Kemudian, diamkan selama 30 menit hingga 1 jam. (*)






