PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Kepolisian Resor (Polres) Pesisir Selatan (Pessel) menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Mandiri dengan sandi Keselamatan Singgalang 2026 di halaman Mapolres Pessel, Senin (2/2/2026) pagi.
Apel ini menandai dimulainya operasi kepolisian terpadu yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.
Apel gelar pasukan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin Kapolres Pesisir Selatan yang diwakili Kabag Ren Polres Pesisir Selatan, Kompol Suhendriyatno. Kegiatan ini diikuti unsur Forkopimda, TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.
Hadir dalam kegiatan itu antara lain Bupati Pesisir Selatan yang diwakili Sekretaris Daerah Zainal Arifin, Dandim 0311/Pessel yang diwakili Kapten Satmarizal, Subdenpom TNI AD Painan Lettu Guntur, Danpos TNI AL Painan Koptu Mar Supardianto, Kepala Dinas Kesehatan Agustina Ramadhani, Kepala Dinas Perhubungan Zoni Eldo, para pejabat utama Polres Pesisir Selatan, Kapolsek jajaran, serta para perwira.
Pasukan apel terdiri dari personel Polres Pesisir Selatan, Kodim 0311/Pessel, Dinas Perhubungan, BPBD, serta Satpol PP Kabupaten Pesisir Selatan.
Dalam amanatnya, Kompol Suhendriyatno menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Mandiri dengan sandi Keselamatan Singgalang 2026 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif, yang didukung dengan penegakan hukum secara humanis.
“Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya kecelakaan yang menimbulkan korban fatal,” ujar Kompol Suhendriyatno.
Ia menambahkan, jajaran Polres Pesisir Selatan akan melakukan deteksi dini melalui pemetaan lokasi rawan kecelakaan, kemacetan, dan pelanggaran lalu lintas. Selain itu, pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat akan terus digencarkan melalui berbagai media, seperti pemasangan spanduk dan baliho, penyebaran leaflet, pembagian stiker kepada pengguna jalan, serta pemanfaatan media cetak, elektronik, dan media sosial.
Menurutnya, sinergi lintas sektor juga menjadi kunci keberhasilan operasi. Oleh karena itu, Polres Pesisir Selatan bersama instansi terkait akan melaksanakan sosialisasi kepada pengusaha angkutan barang dan angkutan perorangan, khususnya terkait pembatasan operasional kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas pada saat pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik lebaran.
“Selain itu, kami juga akan melaksanakan ramp check terhadap kendaraan angkutan bus di lokasi-lokasi strategis, patroli di titik rawan pelanggaran dan kemacetan, serta penindakan terhadap kendaraan pribadi yang disalahgunakan sebagai angkutan umum,” jelasnya.
Penegakan hukum, lanjut Kompol Suhendriyatno, akan dilakukan dengan memanfaatkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) baik statis maupun mobile, disertai pemberian teguran kepada pelanggar sebagai upaya edukasi kepada masyarakat.
Rangkaian apel berlangsung khidmat, diawali dengan penghormatan pasukan, laporan dan pemeriksaan pasukan, penyematan pita operasi, pembacaan doa, hingga Andika Bhayangkari. Kegiatan berakhir sekitar pukul 08.30 WIB dalam situasi aman dan kondusif.
Melalui Operasi Keselamatan Singgalang 2026, Polres Pesisir Selatan berharap dapat menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan. (*)






