JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Pemerintah terus memperkuat tata kelola Program Magang Nasional sebagai salah satu kebijakan strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
Pada 2026, pemerintah menargetkan perluasan cakupan program dengan kuota mencapai 100 ribu lulusan baru, sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri yang terus berkembang.
Program Magang Nasional menjadi solusi konkret dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan pasar kerja. Melalui pengalaman kerja langsung, peserta tidak hanya memperoleh peningkatan keterampilan teknis dan nonteknis, tetapi juga pemahaman budaya kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.
Pemerintah juga memastikan peserta memperoleh perlindungan sosial serta uang saku yang layak sebagai bentuk keberpihakan terhadap generasi muda pencari kerja.
Penguatan tata kelola menjadi fokus utama pemerintah agar program ini berjalan lebih terukur, transparan, dan berdampak jangka panjang. Perbaikan sistem seleksi, perluasan kemitraan dengan sektor swasta, BUMN, serta kementerian dan lembaga menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem pemagangan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pemerintah memandang Program Magang Nasional sebagai investasi strategis dalam pembangunan manusia Indonesia. Menurutnya, peningkatan kuota dan kualitas pelaksanaan menjadi langkah penting agar lebih banyak lulusan baru mendapatkan kesempatan memasuki dunia kerja dengan bekal pengalaman yang memadai.
“Pemerintah akan kembali membuka kesempatan bagi para lulusan baru perguruan tinggi pada pertengahan tahun 2026 dengan kapasitas minimal 100 ribu peserta pemagangan,” ujar Teddy.
Ia juga menegaskan bahwa program ini dirancang tidak sekadar sebagai ajang belajar kerja, tetapi sebagai sarana membangun koneksi antara talenta muda dengan dunia industri.
“Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan lulusan baru memiliki pengalaman kerja yang relevan, sehingga lebih siap bersaing dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya.
Senada dengan itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan bahwa keberlanjutan Program Pemagangan Nasional mencerminkan komitmen pemerintah dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan adaptif. Ia menilai program ini menjadi instrumen penting dalam memperkuat fondasi ketenagakerjaan nasional di tengah dinamika global.
“Program pemagangan nasional ini merupakan instrumen penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan kompetitif untuk jangka panjang,” kata Yassierli.
Lebih lanjut, Yassierli menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendorong kolaborasi dengan dunia usaha dan industri agar peserta magang memperoleh pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan riil pasar kerja.
“Kami ingin pemagangan ini benar-benar memberikan nilai tambah, baik bagi peserta maupun bagi perusahaan dan instansi yang terlibat,” ujarnya.
Selain perluasan kuota, pemerintah juga membuka pendaftaran Program Magang Nasional 2026 secara bertahap melalui platform resmi, sehingga memberikan akses yang adil bagi lulusan baru dari berbagai daerah dan latar belakang pendidikan. Antusiasme dunia usaha dan industri yang terus meningkat menjadi indikator positif bahwa program ini mendapat dukungan luas dari para pemangku kepentingan.
Di tengah tantangan ketenagakerjaan dan transformasi ekonomi nasional, penguatan Program Magang Nasional 2026 menunjukkan kehadiran negara dalam menyiapkan generasi muda yang siap kerja, produktif, dan berdaya saing. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menghadirkan kebijakan yang pro-rakyat, berorientasi pada masa depan, serta mendukung terwujudnya pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. (*)






