NASIONAL

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Tanggal 2 Februari 2026

0
×

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Tanggal 2 Februari 2026

Sebarkan artikel ini
Bencana tanah longsor menerjang Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Minggu (1/2). Sumber Foto : BPBD Kabupaten Bandung

BPBD Kabupaten Pemalang bersama BPBD Provinsi Jawa Tengah telah melakukan penanganan darurat berupa evakuasi warga terdampak, pendataan, serta pendistribusian bantuan logistik. Pada Minggu (1/2), genangan air dilaporkan telah berangsur surut.

Selain di Jawa Tengah, banjir juga terjadi di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (31/1) pukul 16.00 WITA. Banjir yang dipicu oleh hujan berintensitas tinggi ini mengakibatkan tinggi muka air mencapai satu meter di permukiman warga.

Sebanyak 100 KK atau 300 jiwa di Desa Gapit dan Desa Sepayung, Kecamatan Empang, terdampak banjir. Selain itu, 15 unit rumah dilaporkan mengalami rusak ringan. BPBD Kabupaten Sumbawa telah melakukan koordinasi, pendataan, asesmen, serta evakuasi dan pertolongan terhadap warga terdampak.

Hingga Minggu (1/2), sebagian wilayah terdampak dilaporkan telah kondusif, sementara di beberapa lokasi masih terdapat genangan air. BPBD Kabupaten Sumbawa masih menyiagakan personel untuk memantau perkembangan situasi.

Selain bencana hidrometeorologi basah, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Minggu (1/2). Karhutla terjadi di Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi, serta Desa Baliara Dusun I dan Baliara Dusun II, Kecamatan Parigi Barat. Akibat kejadian tersebut, lahan seluas dua hektare terdampak. Tidak terdapat laporan korban jiwa, dan pada hari yang sama api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Kabupaten Parigi Moutong juga dilaporkan mengalami kekeringan, tepatnya di Desa Jono Kalora, Dusun 2 dan 3, Kecamatan Parigi Barat. Sebanyak 270 KK terdampak kekeringan. BPBD setempat telah melakukan koordinasi dan asesmen kebutuhan warga terdampak sebagai langkah penanganan.

Selain kejadian bencana baru, BNPB juga mencatat pemutakhiran data penanganan bencana di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi di Provinsi Jawa Barat, serta Kabupaten Halmahera Barat di Provinsi Maluku Utara.

Di Kabupaten Karawang, hingga Minggu (1/2), banjir masih merendam 15 desa dan kelurahan di tujuh kecamatan dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 150 sentimeter. Banjir akibat jebolnya tanggul sungai di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, telah berlangsung selama delapan hari.

Sebanyak 3.322 unit rumah terdampak, dengan jumlah warga terdampak mencapai 3.964 KK atau 11.924 jiwa. Hingga Minggu (1/2), jumlah pengungsi, baik mandiri maupun terpusat, tercatat sebanyak 3.368 jiwa. BPBD setempat terus melakukan penanganan darurat serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.

Di Kabupaten Bekasi, hingga Minggu (1/2), banjir tercatat melanda 45 desa di 14 kecamatan. Dibandingkan kondisi pada Jumat (30/1), terjadi penurunan wilayah terdampak, yakni jumlah kecamatan sebesar 17,6 persen, desa 27,4 persen, dan titik pengungsian 14,3 persen.