JAKARTA, HARIANHALUAN.ID — Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan apresiasi pada salah seorang dokter anggota IDAI yang melakukan tindakan heroik dalam menyelamatkan anak kejang, di dalam penerbangan Jakarta-Bengkulu yang videonya viral di media sosial baru-baru ini.
“Saya dr Piprim Basarah Yanuarso menyampaikan atas nama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas tindakan spontan, heroik, dan profesional dari dokter spesialis anak anggota IDAI yakni Dr Erly Meichory Viorika yang dengan sigap memberikan pertolongan pertama pada seorang balita berusia 22 bulan, yang mengalami kejang dalam pesawat Citilink rute Jakarta-Bengkulu. Kejadiannya terjadi pada bulan Mei tahun 2025 lalu, tetapi insiden ini mendapat perhatian luas setelah videonya viral di media sosial,” kata Ketua Umum IDAI dr Piprim Basarah dalam siaran pers nya Senin (2/2/2026).
Insiden ini adalah pengingat yang nyata bahwa kondisi darurat medis pada anak dapat terjadi di mana saja, kapan saja, tanpa direncanakan.
Tindakan cepat dan tepat dari rekan dokter spesialis anak yang berada di tempat tersebut, dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di pesawat, telah menyelamatkan dan menstabilkan kondisi pasien. Ini merupakan refleksi langsung dari komitmen profesi dokter anak yang siap membantu dalam situasi apa pun, sesuai dengan sumpah dan etik kedokteran, meskipun berada di luar lingkungan klinis formal.
IDAI juga mengucapkan terima kasih kepada pihak maskapai Citilink Indonesia atas koordinasi dan dukungan yang diberikan oleh krunya dalam membantu proses pertolongan tersebut, yang memungkinkan kondisi balita kembali stabil dan dapat melanjutkan penerbangan dengan aman.
Atas kejadian ini, IDAI mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua yang akan melakukan perjalanan jauh bersama bayi dan anak, untuk selalu mempersiapkan diri dengan memeriksakan kondisi kesehatan anak sebelum bepergian, membawa obat-obatan pribadi yang diperlukan, serta mengetahui prosedur meminta pertolongan darurat di moda transportasi yang digunakan.
“Terimakasih atas bantuan dan dukungan semua pihak sehingga keselamatan anak tersebut dapat terjaga,” tutup Piprim. (*)






