PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Pemerintah Kota Pariaman memperkuat kolaborasi pengembangan pendidikan berbasis pesantren melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Al-Mughny Pariaman. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis memperluas akses dan mutu pendidikan keagamaan yang terintegrasi dengan sistem pendidikan formal.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Yayasan Al-Mughny Pariaman di UNISBAR Convention and Exhibition (UCE) Kampus I Pariaman, By Pass, Jumat (30/1). Pada kesempatan yang sama, kerja sama serupa juga diteken antara UNISBAR dengan Yayasan Al-Mughny serta Institut Agama Islam (IAI) Sumatera Barat dengan yayasan tersebut.
Yota Balad menyebut kesepakatan ini sebagai babak baru penguatan dunia pendidikan di Kota Pariaman, khususnya dalam memperluas peran pesantren sebagai mitra pembangunan sumber daya manusia.
“Penandatanganan MoU ini merupakan babak baru dalam dunia pendidikan Kota Pariaman. Ini langkah maju untuk mewujudkan pendidikan yang berkeadilan, merata, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Ia menegaskan bahwa kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus diwujudkan dalam program nyata yang berdampak langsung bagi santri dan lembaga pesantren.
“Kerja sama ini hanyalah langkah awal. Implementasi nyata dari poin-poin yang telah disepakati adalah hal yang paling krusial. Pemerintah berkomitmen memfasilitasi kebutuhan pesantren agar santri belajar dengan nyaman dan aman,” kata Yota.
Menurutnya, penguatan pesantren juga sejalan dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Kota Pariaman 2025-2029 serta visi misi Balad-Mulyadi. Program unggulan seperti Pariaman RISALAH, Satu Keluarga Satu Hafiz, Kembali ke Surau, dan Pesantren ASN menjadi bagian dari dukungan tersebut.
Yota Balad menambahkan pesantren memiliki posisi historis penting dalam mencerdaskan bangsa dan membentuk karakter. Selain sebagai lembaga pendidikan agama, pesantren dinilai berperan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
“Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama, melainkan entitas strategis yang memiliki pengalaman luar biasa dalam membina umat dan menjadi pelopor pembangunan moral bangsa,” tuturnya.
Melalui sinergi ini, pemerintah berharap mutu santri semakin meningkat, tidak hanya dalam pemahaman ilmu agama, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.





