NASIONAL

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air per 3 Februari 2026

1
×

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air per 3 Februari 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Memasuki awal bulan Februari, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Laporan kejadian bencana yang berhasil dihimpun sejak Senin (2/2) hingga Selasa (3/2) pukul 07.00 WIB adalah sebagai berikut.

Kejadian pertama berupa banjir terjadi di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (2/2). Wilayah terdampak berada di Desa Mulyoasri, Kecamatan Bumiagung. Bencana ini berdampak pada 20 unit rumah dan 15 lahan sawah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera menuju lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat.

Beralih ke Provinsi Nusa Tenggara Barat, banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Lombok Timur pada Jumat (30/1). Banjir berdampak pada Desa Ekas Buana, Desa Kwang, dan Desa Seriwe di Kecamatan Jerowaru, dengan total 145 unit rumah terdampak. Dalam rangka percepatan penanganan akibat rangkaian kejadian banjir, Gubernur Nusa Tenggara Barat menetapkan status tanggap darurat terhitung sejak 19 Januari hingga 18 April 2026.

Banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, pada Senin (2/2) pukul 15.44 WIB. Sebanyak 11.582 unit rumah terdampak di lima kecamatan, yakni Kecamatan Siwalan, Buaran, Tirto, Wonokerto, dan Wiradesa. Koordinasi lanjutan terus dilakukan dengan dinas terkait mengenai dampak dan upaya penanganan. Berdasarkan pantauan visual di lapangan, banjir masih menggenang dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 80 sentimeter.

Banjir bandang dilaporkan terjadi di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Senin (2/2) pukul 14.00 WIB. Peristiwa ini melanda Kecamatan Panti dan Kecamatan Rambipuji. Satu warga dilaporkan hanyut dan hingga saat ini belum ditemukan. BPBD bersama tim gabungan segera melakukan operasi pencarian serta penanganan darurat di lokasi kejadian.

Selain banjir, kejadian angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (1/2) pukul 15.45 WIB. Lokasi terdampak berada di Kecamatan Camplong dan Kecamatan Sampang. Sedikitnya 28 unit rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang terbawa angin kencang. Kondisi terkini dilaporkan sudah kondusif dan warga bergotong royong melakukan perbaikan rumah yang terdampak.

Menyikapi rangkaian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman. Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi. (*)