Ia mengatakan, Sumbar saat ini memiliki 580 ribu unit usaha mikro dan kecil. 98,8 persen diantaranya berasal dari usaha non pertanian dan mampu menyerap 1,29 juta tenaga kerja (87,57 persen tenaga kerja dari sektor non pertanian).
Jumlah yang besar itu tentu menyimpan potensi yang besar pula. Oleh karena itu, Pemprov Sumbar secara kontiniu terus melakukan upaya-upaya peningkatan kapasitas pengusaha, maupun kapasitas usaha UMKM yang dimiliki masyarakat.
“Sehingga UMKM mampu menangani berbagai permasalahan dan tantangan dunia usaha. Salah satunya melalui digitalisasi,” kata Audy.
Menurutnya, Digitalisasi membuka pasar yang besar dan menjadi salah satu strategi yang dapat diterapkan UMKM untuk memasarkan produknya. Ditambah sejak pandemi banyak kegiatan masyarakat yang bisa dilakukan secara daring dari rumah.
“Apalagi sekarang hampir 74% penduduk Indonesia menggunakan Internet. Jadi digitalisasi harus menjadi salah satu strategi UMKM untuk memasarkan produk, melalui marketplace atau platform-platform e-commerce,” lanjutnya lagi.
Lebih lanjut Audy mengapresiasi Badan Penelitian dan Pengembangan bekerja sama dengan BKOW Provinsi Sumatera Barat untuk mengadakan diseminasi hasil Kelitbangan tersebut. Diharapkan dengan diadakannya acara ini, pelaku UMKM mampu untuk menghadapi tantangan global.





