“Melalui diseminasi Kelitbangan ini, diharapkan dapat meningkatkan inovasi produk dan jasa, pengembangan SDM, serta pemanfaatan teknologi dan perluasan pasar, sehingga menambah nilai jual produk UMKM dan mampu bersaing dengan produk asing yang membanjiri Tanah Air,” ungkap Audy.
Tidak hanya itu, dikatakan Audy pemerintah sekarang ini juga dituntut menjadi enterpreneur untuk mengubah perilaku birokrasi yang cenderung tidak efisien atau merubah pemerintahan yang bersifat tradisional atau terlalu birokratis.
“Entrepreneur dalam artian pemerintah, berarti mempunyai semangat kewirausahaan berupa kinerja birokrasi yang inovatif dalam memberikan pelayanan publik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balitbang Prov. Sumbar Reti Wafda mengatakan, faktor yang mempengaruhi ketahanan UMKM di sektor industri, Salah satunya nilai-nilai kerja yang dimiliki UMKM.
“Kalau dari nilai budaya kerja kita sangat bagus 4,29 dari skor satu sampai lima, namun resourcefulness, yaitu sumber daya yang dimiliki untuk meningkatkan usaha inovatif masih rendah skornya hanya 2,49,” katanya.
“Sumberdaya tersebut ada sumberdaya berwujud seperti persediaan teknologi, keuangan dan sumberdaya yang tak berwujud seperti merek, jaringan bisnis, gudang sosial yang kuat hal ini sebenarnya sangat mendukung UMKM untuk dapat cepat pulih dan berkembang,” lanjut Reti.





