JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Memasuki awal bulan Februari, Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia. Laporan peristiwa yang berhasil dihimpun sejak Selasa (3/2) hingga Rabu (4/2), pukul 07.00 WIB, adalah sebagai berikut.
Fenomena tanah bergerak terjadi di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa (3/2), sekitar pukul 03.00 WIB. Lokasi terdampak berada di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. Insiden ini terjadi setelah hujan berintensitas tinggi pada kondisi tanah miring. Populasi terdampak mencapai 150 kepala keluarga (KK) atau 470 jiwa. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 10 KK (30 jiwa) serta 526 santri mengungsi di dua titik.
Dari sisi kerusakan, tercatat 12 rumah rusak berat, 7 rumah rusak sedang, dan 2 rumah rusak ringan. Sebanyak 104 rumah lainnya terdampak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal juga mencatat fasilitas publik terdampak, antara lain enam unit fasilitas pendidikan serta masing-masing satu unit fasilitas kesehatan, tempat ibadah, bendungan, dan jembatan.
BPBD setempat masih melakukan asesmen dan penanganan darurat, seperti pengaktifan pos komando dan pos pengungsian sejak Selasa (3/2). Hasil analisis BPBD menunjukkan potensi gerakan tanah masih tinggi di kawasan tersebut.
Fenomena gerakan tanah atau tanah longsor juga dialami warga Desa Pemali, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kejadian ini berlangsung pada Senin (2/2), pukul 17.00 WIB, di area penambangan timah rakyat Pondi. BPBD kabupaten melaporkan tiga orang meninggal dunia dan empat orang lainnya masih dalam pencarian. Pada Selasa (3/2), tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban dengan dukungan tiga unit ekskavator.
Sementara itu, banjir bandang terjadi di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (2/2), pukul 14.00 WIB. Bencana ini menerjang dua desa di dua kecamatan, yakni Desa Pakis di Kecamatan Panti dan Desa Pecoro di Kecamatan Rambipuji. Akibat peristiwa ini, satu warga meninggal dunia dan berhasil dievakuasi oleh tim SAR, sedangkan 30 jiwa sempat mengungsi ke rumah warga. Sebanyak 32 KK terdampak akibat banjir tersebut.
Perkembangan banjir di Kabupaten Jember pada Selasa (3/2) menunjukkan kondisi Sungai Badean telah surut. Sebanyak tiga KK yang rumahnya tergerus banjir masih mengungsi di rumah kerabat terdekat. Warga di kedua desa bergotong royong membersihkan sampah yang terbawa arus banjir. Selain itu, sampah dan material yang tersangkut pada struktur Jembatan Tembelang di Desa Pecoro telah dibersihkan oleh petugas.
Beralih ke Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan, banjir melanda tujuh desa di dua kecamatan. Bencana ini terjadi pada Senin (2/2) setelah debit air Sungai Benakat meluap hingga permukiman warga. Populasi terdampak di tujuh desa tersebut mencapai 1.892 KK. Kondisi di lokasi terdampak pada Selasa (3/2) dilaporkan berangsur surut.
Menyikapi ancaman bahaya hidrometeorologi yang masih berpotensi terjadi pada musim hujan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga. Beberapa wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir pada hari ini, Rabu (4/2), dari pagi hingga siang. BPBD diharapkan dapat menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat apabila diperlukan evakuasi ke tempat aman guna menghindari bahaya banjir, banjir bandang, ataupun tanah longsor.






