MUSI RAWAS, HARIANHALUAN.ID – BSI Maslahat mendorong kemandiriran ekonomi
pesantren melalui program Pemberdayaan Pondok Pesantren (Ponpes) Bangun
Sejahtera Indonesia (BSI) Pesantren Klaster Peternakan Bebek Petelur. Pondok
Pesantren Darul Ulum Al-Fatah, Desa Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten
Musi Rawas (Mura) dipilih sebagai lokasi implementasi program tersebut. Program ini
menjadi wujud kepedulian BSI Maslahat dalam menguatkan kontribusi pesantren dalam
pembangunan pendidikan berbasis nilai dan pemberdayaan.
Peluncuran program tersebut dilaksanakan pada 29 Januari 2026 yang dihadiri Wakil
Bupati Musi Rawas, H. Suprayitno; Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Musi Rawas,
Kholil Azmi; Ketua Komisi III DPRD Musi Rawas, Suhari; Manager BSI Area Bengkulu,
Anton Budiono, dan perwakilan BAZNAS Musi Rawas.
Pesantren sebagai Penggerak Ekonomi Berbasis Nilai
Program Pemberdayaan Ponpes BSI digagas oleh BSI Maslahat untuk memperkuat
kemandirian pesantren melalui pengembangan sumber daya ekonomi dan
kewirausahaan. Program ini menyasar entitas pesantren yaitu santri, ustaz, wali santri,
hingga masyarakat sekitar sehingga dampaknya diharapkan berkelanjutan dan tepat
sasaran.
BSI Maslahat menilai pesantren memiliki peran strategis dalam masyarakat, bukan
hanya sebagai lembaga pendidikan dan agama, tetapi juga sebagai penguat fungsi sosial
serta pengembangan ekonomi di tengah tantangan kemiskinan dan keterbatasan
lapangan kerja. Konsep Ponpes BSI dirancang untuk membangun ekosistem program
yang terhubung dengan pasar serta potensi klaster ekonomi lokal. Melalui intervensi
pemberdayaan, peningkatan kapasitas pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan,
serta penguatan usaha, unit usaha pesantren diharapkan tumbuh profesional dan
memberi manfaat berkelanjutan.
Klaster Bebek Petelur: Menguatkan Kemandirian Pesantren
Pesantren Darul Ulum Al-Fatah di Musi Rawas menaungi 90 santri dan menerima
dukungan program senilai Rp630.000.000 sebagai pengembangan unit usaha
peternakan bebek petelur. Program ini bertujuan menghadirkan sumber pendapatan
rutin untuk menopang pendidikan santri dhuafa serta operasional pesantren. Model
usaha peternakan dipilih karena memiliki peluang pasar yang stabil dan dapat dikelola
secara berkelanjutan dengan penerapan manajemen budidaya yang baik.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Fatah, Ustadz Muhammad Aslah,
menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan BSI
Maslahat. Ia menuturkan bahwa pesantren Darul Ulum Al-Fatah telah mendapat pendampingan sejak tahun 2025 melalui program pemberdayaan, yang menjadi
penguat langkah pesantren menuju kemandirian ekonomi. “Alhamdulillah, pesantren
kami ini mampu belajar untuk mempunyai program pemberdayaan agar bisa mandiri,”
ungkapnya.
Ia menambahkan, hadirnya peternakan bebek petelur dan penguatan unit usaha lainnya
membuat proses pendidikan santri semakin lengkap. Para santri tidak hanya menghafal
Al-Qur’an dan mengaji, tetapi juga dibekali ilmu serta praktik untuk membangun
ekonomi mandiri. Pembekalan ini diharapkan memperkuat karakter santri agar kelak
mampu menjadi pribadi yang berdaya, produktif, dan memberi manfaat bagi umat.
Melalui program Pemberdayaan Pondok Pesantren BSI, BSI Maslahat menegaskan
komitmennya sebagai lembaga filantropi Islam yang tidak hanya menyalurkan dana
sosial, tetapi juga mentransformasikannya menjadi kekuatan pemberdayaan yang
nyata. Dengan tata kelola keuangan syariah yang amanah dan profesional, BSI Maslahat
mendorong pemanfaatan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk memperkuat
kemandirian ekonomi pesantren, meningkatkan kualitas pendidikan santri, serta
membangun dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian
dari ikhtiar BSI Maslahat dalam menghadirkan kemaslahatan yang berdampak luas bagi
bangsa. (*)






