PADANG, HARIANHALUAN.ID- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan komitmennya untuk menciptakan kota yang bersih, indah dan sehat.
Komitmen tersebut sudah dilaksanakan sejak awal di DPRD Provinsi Sumbar. Program tersebut melalui penataan lingkungan perumahan yaitu pembangunan jalan lingkungan berupa betonisasi.
Selain fokus pada peningkatan konektivitas dan aksesibilitas, program ini berdampak terhadap peningkatkan kebersihan lingkungan dan mengurangi area becek/berlumpur.
Bahkan jauh sebelum di DPRD Provinsi Sumbar, Muhidi sudah menjalankan program tersebut saat di DPRD Kota Padang.
Sejak di DPRD Provinsi Sumbar, Muhidi sudah melaksanakan pembangunan jalan lingkungan berupa betonisasi di sejumlah tempat. Salah satunya di RW 09, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto (KPIK), Kecamatan Koto Tangah.
Muhidi saat melaksanakan kegiatan reses di Masjid Nurul Ibadah, Kelurahan Tanah Sirah Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Rabu (4/2) mengatakan, pemerintah saat ini tengah mengkaji alih tekhnologi untuk pengelolaan sampah, karena permasalahan sampah telah menjadi isu nasional dan bahkan dunia.
Ia meminta kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan tempat.
“Kalau kita membuang sampah sembarangan, nanti akibatnya juga oleh kita. Saluran tersumbat dan menyebabkan banjir,” kata Muhidi Rabu (4/2).
Muhidi menyinggung hal itu merespon usulan masyarakat Kelurahan Tanah Sirah Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, yang membutuhkan becak motor (bentor) untuk pengumpulan sampah dari rumah ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Kebutuhan masyarakat terhadap Bentor tersebut disampaikan Ketua Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) Kelurahan Tanah Sirah Nan XX, Mardanis.
Di kelurahan tersebut, setidaknya butuh tiga Bentor untuk mengangkut sampah dari rumah ke TPS.
“Di Kelurahan ini butuh tiga bentor Pak. Yang ada baru dua. Ada satu lagi kami Kanibalkan, tapi sering rusak,” kata Mardanis.
Reses Ketua DPRD Provinsi Sumbar di Masjid Nurul Ibadah, Kelurahan Tanah Sirah Nan XX, diikuti 50 tokoh masyarakat.
Reses perseorangan anggota DPRD Provinsi Sumbar beelangsung delapan hari terhitung 2-9 Februari 2026.
Reses bagi anggota dewan merupakan agenda wajib untuk menjaring, mendengar, dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, serta melaksanakan fungsi pengawasan.
Reses yang berlangsung di Masjid Nurul Ibadah, sejumlah usulan disampaikan masyarakat. Selain kebutuhan bentor, masyarakat juga menyampaikan usulan pengadaan ambulan di 13 mesjid yang ada di kelurahan tersebut. Selain itu, usulan tentang pendidikan di jenjang SMP.
Muhidi menekankan, usulan yang disampaikan masyarakat diharapkan usulan yang benar-benar menjadi kebutuhan sehingga bermanfaat dan berdampak langsung terhadap masyarakat. (*)






