NASIONAL

Komitmen Percepat Pemulihan, BNPB Resmikan Huntara di Aceh Utara

2
×

Komitmen Percepat Pemulihan, BNPB Resmikan Huntara di Aceh Utara

Sebarkan artikel ini

ACEH UTARA, HARIANHALUAN.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meresmikan hunian sementara (huntara) di Gampong Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh pada Kamis (5/2). Sebanyak 84 unit huntara kini sudah bisa ditempati untuk warga sekitar yang terdampak bencana.

Pada kesempatan ini, serentak juga dilakukan peresmian huntara yang tersebar di Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. Adapun lokasi tersebut berada di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tanah Datar, Aceh Tamiang, Aceh Utara dan Pidie Jaya.

Hal ini sejalan dengan arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., untuk memastikan bahwa upaya pemulihan pascabencana berjalan secara terarah dan ditangani oleh pihak-pihak yang memiliki kompetensi teknis sesuai bidangnya.

Tenaga Ahli BNPB Kol. Inf. Hery Setiono mengungkapkan bahwa dalam pembangunan huntara melibatkan warga sekitar dengan membentuk kelompok kerja (pokja) pembangunan huntara. Untuk data penerima setiap rumah juga sudah terdata dengan baik, sehingga warga dapat menerima huntara sesuai dengan haknya.

Muhazir, warga desa Gampong Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara mengungkapkan rasa terima kasih atas peresmian huntara disini. Para warga bekerjasama untuk melakukan pendataan cepat untuk selanjutnya diserahkan kepada perangkat desa.

“Alhamdulillah sangat luar biasa, kami kompak masyarakat dengan aparatur desa sehingga cepat untuk pendataan, jadi kami sudah bisa menempati huntara disini, terima kasih BNPB,” ujar Muhazir.

Selain pemulihan infrastruktur, perhatian juga diarahkan pada pembangunan huntara bagi masyarakat terdampak. Penempatan huntara didorong agar memperhatikan tata ruang berbasis risiko bencana sehingga tidak kembali berada di zona rawan.

Pada prinsipnya huntara yang dibangun disini mendukung keberlanjutan layanan dasar masyarakat, seperti akses air bersih dan sanitasi. Pemulihan sektor hunian dinilai sebagai fondasi utama dalam membangun kembali ketahanan komunitas pascabencana, baik secara sosial maupun ekonomi.

Ditargetkan seluruh korban banjir tidak lagi tinggal di tenda pengungsian dan rampung sebelum Ramadhan. Pengungsi akan dipindahkan ke hunian sementara, sedangkan sebagian lainnya menetap sementara di rumah saudara atau keluarga. Direncanakan total huntara yang dibangun di Aceh Utara sebanyak 2.449 unit.

Dengan koordinasi lintas sektor yang solid, proses rehabilitasi dan rekonstruksi diharapkan mampu memulihkan kehidupan masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap risiko bencana di masa mendatang. (*)