BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID— Di tengah tantangan era digital dan derasnya arus informasi, momentum Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh setiap 9 Februari menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
HPN tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ajang refleksi bagi insan pers untuk menjaga idealisme, profesionalisme, serta keberlanjutan media massa sebagai salah satu pilar demokrasi.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Haris Prayudi, menaruh harapan besar terhadap peran pers dalam momentum HPN 2026 yang mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”. Menurutnya, pers memiliki posisi strategis sebagai mitra dalam membangun masyarakat yang sadar dan memahami pentingnya jaminan kesehatan nasional.
“Sejalan dengan tema Hari Pers Nasional 2026, kami memandang pers sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat yang sadar dan paham akan pentingnya jaminan kesehatan,” ujar Haris Prayudi kepada Harian Haluan
Ia menambahkan, melalui peran pers dalam menyebarluaskan informasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara akurat, berimbang, dan terpercaya, diharapkan masyarakat semakin memahami manfaat serta mekanisme layanan JKN.
“Informasi yang benar dan mudah dipahami sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Dengan dukungan pers, kami berharap tercipta sistem jaminan kesehatan yang kuat, berkelanjutan, dan dirasakan manfaatnya secara luas,” tambahnya.
Haris juga menilai, pers berperan penting dalam menangkal disinformasi serta memperkuat literasi publik terkait kebijakan dan layanan kesehatan. Oleh karena itu, sinergi antara BPJS Kesehatan dan media diharapkan terus terjaga, tidak hanya dalam momentum HPN, tetapi juga dalam penyampaian informasi publik sepanjang tahun.
Momentum Hari Pers Nasional 2026 diharapkan menjadi penguat kolaborasi antara insan pers dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor kesehatan, guna menghadirkan informasi yang mencerdaskan, menyehatkan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat. (*)






