“Minang surplus pikiran dari awal sebelum kemerdekaan. Tidak yang mampu membantah kemampuan retorik seorang Agus Salim, bahkan saat ini tidak intelektual Indonesia yang mampu menulis tanpa referensi seperti Tan Malaka yang unik dan istimewa yang seorang belajar nonformal,”ucapnya
Ia menekankan bahwa semangat universitas adalah untuk menguji argumen, dan bahwa oposisi dalam berpikir adalah bentuk heroik dari pemikiran itu sendiri.
Pendekatan ini mendukung SDG 4 yang menekankan pada pendidikan yang mempromosikan pembangunan berkelanjutan, hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan budaya perdamaian serta penghargaan terhadap keberagaman. (*)
WhatsApp Harianhaluan.id
+ Gabung





