PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Peserta program pertukaran pelajar Yayasan Anak dan Remaja Indonesia (YARI) dan Eno School Finlandia berkunjung ke Pariaman, Kamis (5/2). Kunjungan tersebut diterima Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pariaman, Elvis Chandra.
Sebanyak 50 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari pelajar Eno School Finlandia, pelajar YARI School Indonesia, guru pendamping, serta orang tua atau wali murid. Rangkaian program difokuskan pada pengenalan budaya, adat istiadat, pariwisata, kesenian, dan pakaian tradisional.
Elvis Chandra menyebut kunjungan institusi pendidikan internasional tersebut sebagai sebuah kehormatan bagi Kota Pariaman. Menurutnya, program pertukaran pelajar menjadi sarana efektif membangun pemahaman lintas budaya sejak usia sekolah.
Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap pelestarian budaya. Oleh karena itu, kunjungan ini dinilai sebagai momentum berbagi pengalaman dan praktik terbaik antarnegara.
Pemerintah Kota Pariaman juga membuka peluang kerja sama lanjutan antara sekolah di daerah dengan Eno School Finlandia. Bentuk kerja sama dapat berupa pertukaran ide, program bersama, hingga proyek seni dan budaya yang melibatkan pelajar.
Ketua Yayasan Anak dan Remaja Indonesia (YARI), Yusticia Katar, menyampaikan apresiasi atas sambutan pemerintah Kota Pariaman.
Ia menjelaskan kunjungan tersebut merupakan bagian dari program partner school untuk memperluas wawasan global siswa melalui pengalaman lintas budaya dan sistem pendidikan. Yusticia menambahkan, meski mendorong pergaulan internasional, YARI tetap menanamkan nilai dasar keagamaan kepada siswa.
YARI yang berdiri sejak 2002 dan kini berkembang hingga jenjang SMA telah menjalin kemitraan pendidikan dengan Jerman dan Finlandia sejak 2011, sebagai bagian dari penguatan jejaring pendidikan global. (*)






